SIANTAR, Sumutpos.Jawapos.com- S br Sirait (30) terkulai lemas di ranjang rumah sakit. Sejumlah perban menempel di tubuhnya karena baru saja menjalani operasi. Di tempat lain, tanpa diketahuinya, suami dan dua anaknya tercinta meninggal dunia.
Peristiwa lakalantas pada Rabu (4/6/2025) sore di Jalan Lintas Parapat, tepatnya di Kecamatan Sirpangan Bolon, Kabupaten Simalungun menggegerkan publik. Saat itu, mobil plat merah BK 1373 J tabrakan dengan sepeda motor. Akibat kejadian itu, tiga orang dinyatakan meninggal dan satu luka berat.
Mereka yang meninggal itu adalah DS (30) beserta dua anaknya yang masih berusia dua tahun, dan tiga tahun. Sementara istri dari DS, yakni S br Sirait (30) menderita luka berat, dan dirawat di rumah sakit.
Informasi dihimpun, korban saat itu berangkat dari Parapat, Kabupaten Simalungun hendak pulang ke Lumban Rang, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir. DS yang mengendarai sepedamotor membonceng istri dan dua anaknya. Namun di tengah perjalanan mereka mengalami kecelakaan.
Belum Tau Suami dan Anaknya Meninggal Dunia
Saat Sumutpos.Jawapos.com datang ke rumah sakit tempat di mana korban Boru Sirait dirawat, Jumat (7/6/2025) siang, terlihat kondisinya sangat memprihatikan. CL adik S boru Sirait, mengaku bahwa kakaknya baru saja menjalani operasi pasang pen di bagian tangan.
"Tangan dan kakinya parah. Jadi dioperasi. Sementara di bagian kepala, kata dokter bulan depan dioperasi juga," ujarnya.
Setelah menjalani perawatan, kondisi kakaknya berangsur pulih dan sudah mulai sadarkan diri.
"Kondisinya masih lemah. Karena luka berat. Saat bangun, dia tanya kondisi suami dan anak-anaknya," jelas CL yang saat ini kuliah di Medan.
"Gimana keadaan anak-anak, apakah luka-luka. Itu yang ditanyakan kakak. Kami jawablah sehat-sehat semua. Kami harus menutup informasi yang sebenarnya, untuk menjaga kondisi kakak," tutur CL.
Sebagai upaya menjaga informasi, korban terpaksa tidak diberi alat komunikasi seperti HP. Bahkan orang yang berkunjung juga tidak boleh sembarangan masuk.
"Padahal hari inilah mengebumikan abang dan anak-anak. Ini sekarang masih acara. Mohon doanya ya bang. Supaya kaka pulih dan sehat," pesan CL dengan mata berkaca-kaca.
Dikatakan, korban yang berstatus guru ini memiliki 3 orang anak. Anak pertama sudah sekolah SD. Sementara anak kedua dan ketiga meninggal dunia bersama ayahnya.
"Jadi mereka berangkat dari Parapat berempat. Yakni Abang dan Kakak berserta dua anak mereka. Mereka naik motor berempat mau pulang ke Lumban Julu. Sementara anak pertama tidak ikut," ujarnya.
Terpisah Kasat Lantas Polres Simalungun Iptu D Siringo-ringo saat dikonfirmasi terkait identitas dan status sipengemudi mobil tersebut, kasat menyuruh supaya konfirmasi ke Kanit Laka.
Lalu oleh Kanit Laka ketika dihubungi enggan memberikan penjelasan dan melempar konfirmasi ke Humas Polres Simalungun. Namun sayangnya, nomor WA Humas Polres Simalungun AKP V Purba tidak aktif. (mag7/han)
Editor : Johan Panjaitan