DAIRI,Sumutpos.JawaPos.com-PT Dairi Prima Mineral (DPM) perusahaan pertambagan timah hitam dan seng berlokasi di Sopokomil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, kembali memberikan pelatihan kepada para petani sekitar lingkar tambang.
Pelatihan kali ini, budidaya tanaman kopi robusta bagi petani di Desa Longkotan, Bongkaras dan Desa Bonian. Kegiatan dimaksud di Kantor PT DPM di Manjolor, Desa Longkotan, Jumat (13/6/2025).
Hadir jajaran managemen PT DPM, Mr Jin Xueguan, Mr Hans dan Senior Supervisor CSR, Budianto Situmorang. Sementara dari Dinas Pertanian Dairi hadir Kepala Bidang (Kabid) Penyuluh, Sukaedah Angkat dan Camat Silima Pungga-Pungga, Edwin Goncang Nababan.
External PT DPM, Liang Shuang menyatakan, pelatihan budidaya kopi robusta itu kerja sama PT DPM dengan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi.
Ia berharap pelatihan itu memberikan tambahan wawasan dan ilmu bermanfaat bagi petani kopi untuk mengembangkan hasil pertaniannya, khususnya komoditas kopi robusta guna mendorong kesejahteraan petani itu sendiri.
Dikatakan Liang Shuang, kegiatan ini adalah bentuk komitmen perusahaan yang berkelanjutan yang menciptakan kemandirian ekonomi dan membangun kapasitas petani kopi.
"Kedepan, kami harapkan sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah atau lembaga lainnya yang lebih kuat, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Dairi yang kita cintai ini," pungkasnya.
Sementara Senior Supervisor CSR PT DPM, Budianto Situmorang menyatakan, kegiatan pelatihan bagi petani untuk budidaya kopi robusta kepada petani di Desa Tuntung Batu, Longkotan, Bonian, Bongkaras, Desa Polling Anak-Nak serta Kelurahan Parongil yang dilaksanakan selama 2 hari yakni, Kamis-Jumat (12-13/6/2025).
Pelatihan ini bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan bagian dari 8 pilar PT DPM. Ini bagian dari kepedulian perusahaan terhadap petani, katanya.
Semoga pelatihan ini membawa manfaat kepada petani dalam meningkatkan hasil produksi sehingga para petani kaya. Selain memberikan pelatihan budidaya kopi dimaksud, perusahaan juga memberikan bantuan bibit.
"Kami tidak berhenti di sini saja, tahun depan, akan melakukan monitoring kepada teman-teman yang mengikuti pelatihan dan memperoleh bibitnya kita berikan hari,"ujarnya.
Bagi petani yang berhasil, menjadi duta bagi petani kopi robusta lainya, dalam meningkatkan kemampuan serta mendongkrak hasil produksi.
Ditambahkan Budianto, pelatihan budidaya kopi robusta diikuti 6 Desa merupakan lingkar tambang. Setiap Desa mengirimkan 12 orang petani, diberikan bantuan bibit kopi sebanyak 25 batang sehingga total bibit yang kita salurkan sebanyak 1.800 batang.
Mewakili Kepala Dinas Pertanian Dairi, Kabid Penyuluh, Sukaedah Angkat menyampaikan, bibit kopi yang diterima harus ditanam. Dan pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan untuk mendorong kesejahteraan petani.
Sukaedah mengatakan, untuk Kabupaten Dairi, budidaya kopi robusta paling luas berada di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, yakni ada seluas 975 hektare.
Artinya, Silima Pungga-Pungga merupakan sentra pertanaman perkebunan kopis robusta. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pertanian, menyambut baik apa dilakukan PT DPM.
Kegiatan ini sejalan dengan program Bupati Dairi, Ir Vickner Sinaga, yang berkeinginan mengembalikan kejayaan kopi Dairi atau yang lebih dikenal luas Kopi Sidikalang.
Jadi apa yang dilakukan perusahaan ini, sejalan dengan dilakukan Dinas Pertanian dalam memperluas budidaya kopi robusta dan arabika.
Pelatihan yang diselenggarakan PT DPM ini sangat berharga bagi petani kopi untuk menambah pengetahuan untuk keberhasilan budidaya kopi dimaksud.
"Kami minta, bibit kopi jenis kopi Lampung ini rawatlah dengan baik, supaya hasil produksi maksimal. Bukan jumlah menentukan jumlah produksi, tetapi perawatan," tandasnya.
"Semoga dengan bantuan ini, kesejahteraan petani kopi lebih baik,"sambungnya.
Camat Silima Pungga-Pungga, Edwin Goncang Nababan menyampaikan, menyambut baik dilakukan perusahaan. Dimana, sebelumnya, PT DPM sudah melatih petani coklat/kakao dan juga memberikan bantuan bibit.
Mari mamfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, untuk meningkatkan pengetahuan dalam budidaya kopi robusta.
Camat juga berharap kepada pelatih, bisa menyampaikan secara detail sehingga pengetahuan para petani kopi kami bertambah.
Kami juga menyampaikan terimakasih kepada PT DPM sudah menyalurkan CSR. Ini memang kewajiban perusahaan. "Kami juga berharap PT DPM bisa lebih memperhatikan lagi apa dibutuhkan petani, dan bersinergi dengan pemerintah daerah," pungkasnya.
Ramot Manullang, Derwin Saragih warga Desa Longkotan mengucapkan terimakasih kepada perusahaan timah hitam dan seng itu, sudah peduli dengan petani.
Menurut keduanya, pelatihan ini sangat berharga mereka ikuti untuk pengembangan atau budidaya kopi robusta. "Kami berharap PT DPM terus melakukan pendampingan melalui pelatihan-pelatihan kepada petani seperti dilakukan hari ini," ujar Ramot dan Derwin.
Hal sama disampaikan Kepala Desa Longkotan, Sarden Marbun, mengapresiasi PT DPM sudah membuat pelatihan dan membagikan bibit kopi robusta kepada kepada petani.
"Mudah-mudahan ilmu yang didapat petani bisa meningkatkan pengetahuan, sehingga budidaya berhasil dan hasil produksi meningkat dangan demikian kesejahteraan petani juga meningkat,"tandasnya. (rud/han).
Editor : Johan Panjaitan