BINJAI, Sumutpos.jawapos.com - Sedikitnya dua tempat hiburan malam yang berdiri di pinggiran Kota Binjai dirobohkan oleh tim terpadu. Hal tersebut tak terlepas dari peran Anggota DPRD Binjai, Ronggur Simorangkir yang melakukan aksi di depan rumah dinas kapolda dan Kantor Gubernur Sumut, beberapa waktu lalu.
Bahkan, terpidana Samsul Tarigan pun turut dieksekusi Kejari Binjai atas putusan kasasi dari Mahkamah Agung dengan hukuman 1 tahun 4 bulan. Hal itu tak terlepas dari perjuangan aksi yang dilakukan Ronggur.
"Saya pastikan, ini adalah awal dari perjuangan. Saya tidak pernah takut, tidak pernah ragu dengan berbagai ancaman dari para bandar narkoba, dengan kartel-kartel jaringan narkoba. Karena, ini adalah jihad politik kami sebagai kader Partai Gerindra," ujar Ronggur ketika diminta tanggapannya usai rapat paripurna dengan agenda mendengar pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPRD Binjai, Jum'at (15/8/2025).
Perjuangan Ronggur perang terhadap narkotika di Kota Binjai ini juga tak terlepas dari unsur Forkopimda Sumut yang gerak cepat. Karenanya, dia mengucapkan terima kasih karena sudah satu komitmen dalam perang melawan narkotika.
"Dan juga menghancurkan tempat-tempat yang disinyalir sebagai tempat sarang peredaran narkoba," sambungnya.
Ronggur akan terus mengawal perobohan tempat disko itu hingga tuntas. Dia tidak ingin, hal tersebut hanya sebatas seremoni saja.
Namun kedepan, harus benar-benar bersih dari peredaran narkotika demi menyelamatkan generasi bangsa dan hajat hidup orang banyak di Kota Binjai. Soalnya, masyarakat resah terhadap peredaran narkotika di wilayah Kota Binjai yang beredar secara masif dan terstruktur.
"Untuk diskotek lain yang masih ada, kita mendorong agar tempat-tempat lain yang juga disinyalir sebagai sarang peredaran narkoba harus ditindak. Diambil gerak cepat agar tidak ada terkesan pilih kasih dalam pemberantasan narkoba di Kota Binjai dan sekitarnya. Karena sepertinya, di Kota Binjai ini tidak ada solusi, sehingga kita harus mengambil gerakan cepat agar ada langkah-langkah yang konkret," ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
"Bayangkan kalau kami hari ini diminta oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki generasi bangsa dengan menyediakan makan bergizi gratis, Bapak Presiden sudah banyak mau membangun sekolah rakyat untuk generasi anak muda. Tapi di sisi lain kita mengabaikan terkait peredaran narkoba, inikan sia-sia perjuangan Bapak Presiden," tambahnya.
Kepada petinggi Polda Sumut dan Kodam Bukit Barisan, dia juga meminta bantuannya untuk mengawal perobohan kedua THM itu hingga tuntas. Jangan hanya sebatas tindakan seremonial yang pada kemudian hari dapat berdiri tegak dan lantang tanpa ditindak oleh aparat.
"Saya minta kepada Gubernur Sumatera Utara, Kapolda, dan Pangdam, ini jangan hanya sebatas tindakan seremoni saja, dirobohkan tapi tidak diawasi lagi. Kita akan mengawasi dan mengawal bersama, tidak ada lagi tempat-tempat maksiat, tempat yang disinyalir markas narkoba untuk didirikan sembarangan di wilayah Kota Binjai dan sekitarnya, kita akan kawal ini," pungkasnya.
Adapun 2 THM dimaksud yakni, Marcopolo di Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang dan Blue Star, di Desa Emplasmen Kwalamencirim, Kecamatan Sei Bingai, Langkat. Perobohan di Marcopolo sempat diwarna dengan drama penolakan yang dilakukan massa GRIB Jaya.
Mereka menolak perobohan Marcopolo dengan dalih tidak ada THM di sana. Melainkan, bangunan itu hanya sebatas Kantor DPD GRIB Jaya Sumut.
Pun hal tersebut tidak diyakini tim terpadu dan akhirnya Marcopolo dapat dirobohkan dengan menggunakan 2 unit alat berat. Sementara pada perobohan Blue Star, tidak ada perlawanan yang begitu tegang dan 2 unit alat berat bekerja maksimal merobohkan tempat disko tersebut. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan