Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Anggota DPRD Binjai Temui Massa Usai Demo Memanas

Johan Panjaitan • Senin, 1 September 2025 | 19:20 WIB
Ratusan massa dari elemen mahasiswa dan sopir ojol saat menggelar aksi di DPRD binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Ratusan massa dari elemen mahasiswa dan sopir ojol saat menggelar aksi di DPRD binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Ratusan massa yang tergabung dalam elemen mahasiswa dan ojek online menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (1/9/2025). Ironisnya, Anggota DPRD Binjai turun menemui massa usai kericuhan terjadi.

Massa mahasiswa yang terdiri dari sejumlah organisasi melakukan longmarch menuju Gedung DPRD Binjai. Kedatangan massa mahasiswa bersamaan dengan ojol yang juga melakukan aksi demo.

Massa mahasiswa yang datang di bawah terik matahari langsung menyampaikan pernyataan sikap. Mereka tetap mendesak agar lembaga legislatif di pusat maupun daerah dibubarkan.

Selain itu, mereka juga menyampaikan tuntutan dan aspirasinya. Massa juga membawa poster bertuliskan dewan penghianat rakyat dan gambar tikus berdasi merah.

Usai mahasiswa menyampaikan segala tuntutan, giliran dari kelompok sopir ojol. "Kami meminta Polri untuk mengusut tuntas rekan kami yang meninggal dunia. Dan copot anggota DPR yang tidak bermoral," kata Ardi Gondrong, Koordinator Ojol Binjai.

Jelang adzan ashar berkumandang, langit Kota Binjai mulai mendung. Massa aksi tetap di barisan dengan mendapat pengawalan dari polisi.

Pada kesempatan ini, elemen massa dari mahasiswa dan ojol kompak menggelar salat gaib di depan Gedung DPRD Binjai. Salat gaib dimaksud untuk mendoakan Affan Kurniawan yang meninggal dunia karena dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Gumpalan awan gelap berubah menjadi guyuran hujan deras. Beberapa di antara massa memilih meninggal barisan.

Namun juga, ada yang tetap di barisan. Aparat kepolisian yang mengawal massa aksi, juga bermandikan hujan yang turun dari langit.

Begitupun, wakil rakyat tidak juga turun menemui massa. Hingga akhirnya, kericuhan pecah dengan aksi pelemparan ke arah Gedung DPRD Binjai.

Sontak, kerumunan massa pecah dan aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi bergerak mengamankan terduga provokator. Usai kericuhan terjadi, sejumlah wakil rakyat turun menemui massa.

Namun, diskusi berjalan alot. Mahasiswa memilih ogah masuk ke dalam Gedung DPRD Binjai.

Bahkan, mahasiswa juga akan ancam menggelar aksi lanjutan dengan tuntutan sama, pembubaran lembaga legislatif. "Mereka tidak memberi tuntutan, mereka akan kembali lagi untuk meminta penjelasan tentang DPR," kata Wakil Ketua DPRD Binjai, Hairil Anwar.

"Mereka tidak mau menerima statement dari kami karena memang banyak teman-teman mereka sedang ditahan terkait tentang adanya sedikit kerusuhan," sambungnya.

Sementara, polisi yang mengamankan beberapa orang pendemo telah membebaskan jelang massa aksi bubar barisan. Ada 7 orang yang diamankan polisi dan mereka telah kembali ke kelompoknya. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#masyarakat #demo #mahasiswa #ojol #DPRD Binjai