Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ricky Anthony Minta Pabrik Gula Kwala Madu Bantu Pengairan Sawah Masyarakat

Johan Panjaitan • Selasa, 9 September 2025 | 09:50 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony dan tim foto bersama dengan jajaran PGKM usai menyampaikan keluhan petani. (Istimewa/Sumut Pos)
Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony dan tim foto bersama dengan jajaran PGKM usai menyampaikan keluhan petani. (Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony merespon cepat keluhan petani di Kecamatan Binjai, Langkat. Adapun keluhan dimaksud, ribuan hektare sawah mereka kekurangan pasokan air sejak beberapa tahun terakhir.

Karenanya, Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) diminta untuk segera mengatasi hal tersebut. "Kita mendengar laporan dari masyarakat, kalau di Kecamatan Binjai ada kendala pengairan di sawah mereka. Sudah beberapa tahun terakhir, PGKM tak lagi mengairi ribuan hektar areal pertanian di sana," ujar politisi muda yang karib dikenak RA, Selasa (9/9/2025).

Kader Partai Nasdem ini menjelaskan, petani di sana bergantung pada pasokan air yang baik. Sawah tadah hujan pada sejumlah desa di sana, membutuhkan air yang melimpah untuk menopang produktivitas.

"Saat ini petani sudah mengeluh. Sawah mereka minim pasokan air. Sebahagian dari mereka membuat sumur bor dan membeli pompa air sendiri. Miris kita melihatnya,” bebernya.

Dia berharap, PGKM dapat hadir untuk membantu mengatasi persoalan tersebut. Sebab, sawah di sana mengandalkan suplai air dari PGKM selama bertahun-tahun.

RA juga turun bersama tim menyambangi anak perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara tersebut. Dia meminta, pabrik penghasil gula itu dapat kembali mengairi sawah masyarakat.

Dalam pertemuan terungkap, pipa untuk mengaliri air ke sawah masyarakat raib dicuri. Selain itu, mereka juga terkendala Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2021.

Regulasi itu membatasi pemanfaatan kembali air dari aktivitas produksi. "Pihak pabrik mengaku terkendala dengan regulasi tersebut. Selain itu, ada pipa untuk mengaliri air yang hilang dicuri. Tapi, hal ini juga harus dicari solusinya. Sehingga sawah-sawah bisa mendapatkan pasokan air yang cukup," beber RA.

Begitupun, RA tetap akan mencari solusi melalui pertemuan dengan mengundang pihak terkait untuk membahas persoalan itu dalam waktu dekat. Adapun pihak terkait yang diundang yakni, PGKM, dinas pertanian, dinas lingkungan hidup tingkat kabupaten maupun provinsi, kecamatan, desa hingga kelompok tani.

Sementara, Wagimin, petani Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai berharap, agar pengairan ke sawah segera aktif kembali. Soalnya, mereka tidak mendapat dukungan pengairan dari PGKM sejak 5 tahun terakhir ini.

"Sudah 5 tahun ini, air tidak ngalir di sawah kami. Terpaksa pakai sumur bor dan pompa air yang kami beli sendiri untuk mengairi sawah," katanya.

Mayoritas petani di sana berharap, agar pengairan dari PGKM dapat segera diaktifkan kembali. Semestinya, pihak-pihak terkait juga tanggap dalam menyikapi hal ini. Sebab, mayoritas warga di sana masih mencari nafkah dari hasil pertanian. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sawah #pengairan #pasokan air