BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah Kota Binjai melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menggelar kegiatan Pembinaan Qori dan Qoriah, Hafiz dan Hafizah, sekaligus pelepasan peserta pelatihan ke Pesantren Kaligrafi di Sukabumi, serta pemberian tali asih kepada para juara STQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025.
Acara berlangsung di Aula BKPSDM Kota Binjai pada akhir pekan lalu, dengan suasana khidmat dan penuh semangat pembinaan keagamaan.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, yang menegaskan bahwa acara ini bukan hanya bersifat seremonial belaka, melainkan bentuk komitmen nyata Pemko Binjai dalam membina generasi Qur’ani.
“Pembinaan ini penting agar para Qori-Qoriah dan Hafiz-Hafizah tidak hanya berprestasi dalam ajang lomba, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hasanul, yang akrab disapa Jiji.
Ia juga berharap para peserta diberi kemudahan, keberkahan, dan kesuksesan dalam setiap langkahnya, serta dapat mengharumkan nama Kota Binjai di tingkat nasional bahkan internasional.
Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Binjai atas kontribusinya dalam menyiapkan kader Qur’ani unggul melalui pembinaan berkelanjutan.
“Program seperti ini harus terus digalakkan, agar lahir generasi yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Selain pembinaan, kegiatan juga dirangkai dengan pelepasan peserta pelatihan ke Pesantren Kaligrafi di Sukabumi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemko Binjai dalam memperkaya keterampilan seni Islami, khususnya di bidang kaligrafi.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemko Binjai turut memberikan tali asih kepada para juara Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025. Ini merupakan apresiasi atas prestasi mereka yang telah membawa nama baik Kota Binjai di ajang provinsi.
Melalui agenda ini, Pemko Binjai kembali menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan berdaya saing, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan