DAIRI, Ssumutpos.jawapos.com- Ratusan remaja di Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen (MPOK) Sidikalang, Kabupaten Dairi, menggelar aksi turun kejalan melakukan Kirab Remaja untuk menyerukan perdamaian. Kirab Remaja dimaksud sebagai rangkaian memperingati Hari Perdamaian se-Dunia, Minggu (21/9/2025).
Anggota Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH), Bintara Turnip bersama Koordinator Seksi Keadilan dan Perdamaian, Donal Simatupang, melepas peserta Kirab Remaja yang diikuti sekitar 200-an pelajar dari pelataran halaman SMP Santo Paulus, Minggu (21/9/2025) pagi.
Dengan membawa spanduk serta lilin menyala sebagai simbol perdamaian. Kirab Remaja yang dikawal personil Polres Dairi itu, melintasi sejumlah ruas jalan protokol di kota Sidikalang.
Peserta Kirab Remaja merupakan pelajar dari SMA swasta Santo Petrus Sidikalang, SMAN 1 Sidikalang, SMAN 2 Sidikalang, SMKN 1 Sidikalang, SMP swasta Santo Paulus Sidikalang, anak asrama putra/putri, perwakilan dari 17 lingkungan serta dari organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI).
Koordinator Seksi Keadilan dan Perdamaian, Donal Simatupang menyatakan, Kirab Remaja tersebut untuk memperingati Hari Perdamaian Dunia/Internasional yang diperingati setiap tanggal, 21 September setiap tahunya.
Tema kegiatan itu,"Remaja Katolik : Cahaya Bagi Dunia". Dan sub tema, dengan semangat perdamaian, kita tingkatkan peran Remaja Katolik sebagai cahaya yang membawa harapan dan kasih dalam masyarakat, ucap Donal.
Peringatan hari perdamaian dunia bertujuan untuk mengingatkan semua orang termasuk remaja dan orang muda.
Agar berkomitmen pada perdamaian di atas semua perbedaan, baik suku, agama, ras dan antar golongan.
"Serta untuk berkontribusi dalam membangun budaya perdamaian, sehingga akan menciptakan masyarakat yang damai,"ungkap Donal.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pastoral Paroki Harian (DPPH), RP Alfonsus Arpol Manik, O.Carm saat memimpin ibadah misa menyampaikan, hari ini remaja gereja kita turun ke jalan menyerukan perdamaian dunia.
"Mereka mengangkat tangan dan menyerukan betapa pentingya perdamaian itu,"ucap RP Alponsus.
Ditengah gonjang-ganjing aksi joget-joget dilakukan sejumlah oknum anggota DPR-RI, menyebabkan rakyat marah dan melakukan aksi unjukrasa turun kejalan beberapa waktu lalu hingga memakan korban jiwa, harus diambil hikmah dari peristiwa tersebut.
Kita diajak untuk terus menggelorakan perdamaian dan keadilan. Dengan bersikap adil, maka perdamaian dunia, khususnya di negara kita akan tetap terjaga dan terpelihara, pungkasnya. (rud/han).
Editor : Johan Panjaitan