STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Pondok Baung menjadi salah satu dari puluhan restoran yang tidak patuh pajak berdasarkan temuan auditor tahun anggaran 2024. Menejemen restoran yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Kelurahan Kwalabingai, Stabat, Langkat itu beralasan, masih menunggu Nomor Induk Berusaha (NIB) yang belum keluar dari dinas perizinan daerah setempat.
Pemilik Pondok Baung, Yogi saat dikonfirmasi mengakui hal tersebut. "Benar kita kemarin tidak membayar pajak, ini lagi diurus, dan kami baru 6 bulan beroperasi," kata Yogi, Selasa (23/9/2025).
Dia menambahkan, petugas dari dinas terkait tidak ada datang menagih pajak ke restorannya. Namun begitu, dia menyebut, manejemen Pondok Baung siap mematuhi peraturan tersebut.
"Kami diminta untuk membayar pajak dimulai pada bulan Mei 2025 kemarin. Bapenda sudah mengeluarkan ketetapan pembayaran pajak sebesar Rp 3 juta," sambung Yogi.
Lebih jauh, dia menyebut, NIB Pondok Baung juga belum selesai hingga kini. " Kami ngurus NIB di Dinas Perizinan Langkat. Gak tau kenapa sampai saat ini belum selesai," katanya.
Terpisah, Kepala Sub Bidang Pendataan Badan Pendapatan Daerah Langkat, Defin Panjaitan juga menyatakan, Pondok Baung belum membayar pajak restorannya hingga kini. "Sampai siang ini, Pondok Baung belum membayar pajaknya. Ketetapan pajak restoran sebesar Rp3 juta," kata Defin.
Dia menyebut, nilai pajak yang ditetapkan berdasarkan omzet yang dilaporkan oleh wajib pajak itu sendiri atau self asesmen. Namun saat disoal NIB yang membuat kendala Pondok Baung belum membayar pajak, menurut Defin, hal tersebut tidak terkait.
"Terkait pembayaran pajak daerah, tidak terkait dengan perizinan," pungkasnya.
Tindaklanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara tahun anggaran 2024 yang dilakukan Bapenda Langkat atas puluhan restoran tidak patuh pajak berjalan sedikit terhambat. Beberapa di antaranya bersedia membayar, juga ada yang membandal.
Pondok Baung salah satunya yang belum membayar pajak, meski sudah ada iktikad atau niat baik. Restoran itu juga menjadi salah satu tempat makan siang favorit sejumlah pejabat di Langkat.
Pantauan wartawan, ASN hingga personel kepolisian makan siang di restoran yang menyajikan makanan khas Melayu. Tak hanya itu, sejumlah mobil mewah dari berbagai merek, juga terpakir rapi di halaman restoran, bahkan hingga parkir di badan jalan. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan