Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemko Tebingtinggi Rakor Percepatan Program MBG, Diharapkan Peran Mitra Lokal

Johan Panjaitan • Jumat, 26 September 2025 | 21:30 WIB
RAKOR: Pj Sekdako Tebingtinggi Muhammad Syah Irwan memimpin rapat Tim Satuan Tugas Penyelenggaraan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Tebingtinggi. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
RAKOR: Pj Sekdako Tebingtinggi Muhammad Syah Irwan memimpin rapat Tim Satuan Tugas Penyelenggaraan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Tebingtinggi. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtinggi, Muhammad Syah Irwan, memimpin rapat Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

Pj Sekdako Muhammad Syah Irwan menegaskan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga untuk memberdayakan ekonomi lokal. Beliau menekankan pentingnya peran mitra lokal dalam menyukseskan program ini.

"Tujuannya bukan hanya sekadar memberdayakan anak-anak, tapi juga untuk memberdayakan ekonomi. Kami juga menekankan pentingnya memastikan makanan yang diberikan layak dan aman bagi anak-anak," pinta Syah Irwan, Jumat (26/9).

Pemko Tebingtinggi juga harus memastikan anak-anak ini sehat, wajib dimakan anak-anak ini. Apapun yang diberikan oleh mitra kami, kami harus peduli, kami harus melihatnya. Kalau tidak tepat, kami akan informasikan dan akan jadi catatan.

Syah Irwan kembali menyampaikan bahwa tim satgas program MBG dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan program dan memastikan semuanya berjalan dengan baik. Ia berharap para mitra memprioritaskan kualitas produk dan menggunakan bahan-bahan lokal untuk mendukung pasar UMKM di Tebingtinggi.

"Orientasi kita adalah mutu produk dan bahan. Bahan-bahannya harusnya beli juga untuk memberdayakan pasar lokal kita," ungkapnya.

Pj Sekdako Syah Irwan kembali menyampaikan mengenai sasaran penerima manfaat program MBG, di mana setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat melayani maksimal 4.000 penerima manfaat, dengan skala prioritas untuk anak-anak, santri, ibu hamil, dan keluarga miskin.

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Naufal Zaky, menjelaskan bahwa rata-rata penduduk anggota rumah tangga miskin lebih banyak dibandingkan kelas menengah dan atas, sehingga intervensi pemerintah untuk pemenuhan gizi sangat diperlukan.

Naufal mengungkapkan target penerima manfaat program ini terdiri dari pendidikan anak usia dini (siswa TK/PAUD/RA), pendidikan dasar dan menengah (siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK), pendidikan keagamaan dan khusus (Sekolah Keagamaan, Pesantren, SLB) dan non-peserta didik (ibu hamil, ibu menyusui, anak balita).

Lebih lanjut Naufal menjelaskan bahwa BGN juga bertindak sebagai tulang punggung utama dalam menciptakan generasi emas 2045, didukung dengan lembaga negara lainnya. Naufal juga menjelaskan, BGN bersama dengan lembaga negara lainnya membangun arsitektur digital untuk mengontrol penggunaan anggaran, memastikan setiap dana digunakan sesuai tujuan, dan berkolaborasi dengan yayasan mitra untuk mengelola program MBG di tingkat regional.

"Semua itu memastikan upaya menuju Indonesia emas 2045 dapat tercapai. Pesan dari Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan 82,9 juta penerimaan manfaat MBG pada kuartal keempat tahun 2025. Rencana kita akhir tahun ini semua anak-anak Indonesia dan semua ibu hamil akan mendapat makan tiap hari. Ini adalah untuk makanan anak-anak Indonesia dan ibu-ibu hamil. Ini untuk masa depan Indonesia,” tutup Naufal. (ian/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sekdako #ekonomi lokal #satgas #Mbg