Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sekda Batubara Norma Deli Siregar Tutup Pengabdian 30 Tahun dengan Doa dan Kenangan

Johan Panjaitan • Minggu, 2 November 2025 | 17:30 WIB
Bupati Bahar mengucapkan apresiasi kepada Norma Deli Siregar di acara pelepasan purna tugasnya sebagai Sekda. (DISKOMPINFO BATUBARA/SUMUT POS)
Bupati Bahar mengucapkan apresiasi kepada Norma Deli Siregar di acara pelepasan purna tugasnya sebagai Sekda. (DISKOMPINFO BATUBARA/SUMUT POS)

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Suasana haru menyelimuti Aula Rumah Dinas Bupati Batubara di Tanjung Gading, Sabtu (1/11/2025). Seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Batubara berkumpul untuk melepas Sekretaris Daerah (Sekda), Norma Deli Siregar, yang resmi mengakhiri masa tugasnya setelah lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai aparatur negara.

Acara pelepasan ini dihadiri Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, Wakil Bupati Syafrizal, SE, M.AP, Kapolres Batubara AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan, unsur Forkopimda, pimpinan Bank Sumut Cabang Lima Puluh, Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, para Asisten, Kepala OPD, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi panjang Norma selama 30 tahun lebih.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Batubara, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas loyalitas, komitmen, dan ketulusan Ibu Norma dalam mengemban amanah. Pengabdian beliau menjadi teladan bagi seluruh ASN,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi dan kekompakan lintas instansi demi kemajuan pembangunan daerah.

Tiga Dekade Pengabdian Penuh Arti

Norma Deli Siregar memulai kariernya sebagai ASN pada Maret 1995 dan menutup pengabdiannya pada Oktober 2025. Perjalanan panjang itu diwarnai dengan berbagai jabatan strategis: mulai dari Staf BKKBN Asahan, Kabid Alat Berat Dinas PU, Kepala Dinas Perkim LH, hingga akhirnya dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Batubara.

Dalam sambutannya, Norma mengenang masa awal kariernya yang penuh perjuangan.

“Saat pertama kali jadi PNS, saya ditempatkan di Kisaran. Setiap minggu saya pulang ke Medan naik bus Garuda. Tahun 1998 saya pindah ke Sei Suka — di sanalah saya bertemu suami yang juga ASN,” tuturnya dengan senyum mengenang.

Ia menuturkan, setiap perjalanan memiliki suka duka, namun semua dijalani dengan ketulusan dan restu keluarga.

“Ridho orang tua dan ridho suami adalah kunci dalam menjalani pengabdian,” ucapnya sambil menahan haru.

Menutup sambutannya, Norma menyampaikan permohonan maaf dan doa terbaik bagi seluruh rekan kerja.

“Saya mohon maaf atas segala kekhilafan selama bertugas. Semoga silaturahmi, sinergi, dan kebersamaan ini terus terjalin selamanya,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Acara purna tugas itu bukan hanya momen perpisahan, tetapi juga penghormatan atas sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi dan cinta terhadap daerah.(aci/han)

Editor : Johan Panjaitan
#purna tugas #sekda #Tiga Dekade #asn