Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bupati Batubara Dianugerahi ‘Tunggal Panaluan’ dalam Gebyar PSBD 2025, Simbol Kehormatan Etnis Batak Toba

Johan Panjaitan • Kamis, 6 November 2025 | 17:25 WIB
Bupati Batubara H Baharuddin Siagian SH Msi dan istri  Henny Heridawaty Baharuddin saat di anugrahi Tanda kehormatan berupa Tunggal Panaluan dan  piso halasan oleh Tokoh Batak Etnis Batak Batubara.
Bupati Batubara H Baharuddin Siagian SH Msi dan istri Henny Heridawaty Baharuddin saat di anugrahi Tanda kehormatan berupa Tunggal Panaluan dan piso halasan oleh Tokoh Batak Etnis Batak Batubara.

BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com-Momen bersejarah terjadi pada ajang Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Batubara ke-VII. Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si bersama istri  Henny Heridawaty Baharuddin menerima anugerah “Tunggal Panaluan”, tongkat kebesaran tertinggi masyarakat Etnis Batak Toba, sebagai simbol kehormatan dan kepemimpinan.

Penyerahan dilakukan oleh sejumlah tokoh adat Batak Toba Batubara, di antaranya Raju Napitupulu, Erwin Panjaitan, Ir. Piter Sinaga, Alpon Sirait, Dr. Antoni Girsang, dan Ir. Parlin Panjaitan. Prosesi berlangsung khidmat di Lapangan Indrasakti, Air Putih, Rabu (5/11/2025), disaksikan Kapolres Batubara AKBP Dolly Nelson HH Naninggolan serta jajaran Forkopimda Batubara.

Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian tampak haru atas penganugerahan simbol adat Batak Toba tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Batubara, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kehormatan ini. Ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud kebersamaan dan penghargaan terhadap nilai adat dan budaya,” ujarnya.

Baharuddin menegaskan pentingnya menjunjung tinggi adat di mana pun berada.

“Saya orang Batak, tapi lebih dari itu, saya bangga menjadi bagian dari masyarakat Batubara yang majemuk. Orang Batak itu menjunjung tinggi adat dan kehormatan di atas segalanya,” ucapnya.

Proyek Strategis dan Komitmen Pemerintahan Bahagia

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan sejumlah program pembangunan strategis yang tengah digarap Pemkab Batubara bersama pemerintah provinsi dan pusat.


Perbaikan irigasi pertanian di Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, senilai Rp16 miliar lebih.

Tahun 2026, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Limapuluh dengan kapasitas 1.000 siswa untuk masyarakat kurang mampu.

Pembangunan rumah nelayan melalui program Kementerian Kelautan dan Perikanan juga akan dimulai tahun 2026.

“Kami ingin membangun Batubara dengan hati. Pemerintahan Baharuddin–Syafrizal berkomitmen menjadikan masyarakat Batubara bahagia dan sejahtera,” tegasnya.

Sindir Kritik Nyinyir dan Tekad Membangun

Bupati juga sempat menyinggung pihak-pihak yang kerap melontarkan kritik tanpa dasar terkait progres pembangunan.

“Kalau ada yang nyinyir soal proyek Dam Sidalu-Dalu, saya ingin tanya: lima tahun kamu di sini, apa yang kamu buat? Dam itu sudah rusak bertahun-tahun. Sekarang kita benahi bersama untuk masa depan Batubara,” ujarnya dengan nada tegas.

Acara PSBD Batubara ke-VII menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya etnis, dimulai dengan Tari Tor-Tor Manomu-Nomu sebagai penyambutan kehormatan bagi Bupati. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan Tunggal Panaluan, Tari Tor-Tor Sigale-Gale, lelang adat, serta hiburan musik dari artis ibu kota seperti Erik Sihotang dan Judika Sihotang.

Panitia memperkirakan sekitar 7.500 pengunjung hadir menyemarakkan acara yang menjadi wujud kebanggaan dan persatuan lintas etnis di Batubara.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#psbd #Tunggal Panaluan #Batak Toba #bupati batubara