Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tuan Rondahaim Resmi Jadi Pahlawan Nasional: Dari Raja Raya Namabajan hingga “Napoleon-nya Orang Batak”

Johan Panjaitan • Senin, 10 November 2025 | 16:30 WIB
Bupati Simalungun Anton Saragih saat Ziarah di Makam Tuan Rondahaim Saragih Garingging. (PRA EVASI/SUMUT POS)
Bupati Simalungun Anton Saragih saat Ziarah di Makam Tuan Rondahaim Saragih Garingging. (PRA EVASI/SUMUT POS)

SIMALUNGUN, Sumutpos.jawapos.com-Sejarah baru tercipta bagi masyarakat Sumatera Utara. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih Garingging pada upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Penganugerahan ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Kabupaten Simalungun, karena untuk pertama kalinya tokoh lokal dari tanah Habonaron Do Bona tersebut diakui secara nasional atas perjuangannya melawan kolonialisme Belanda di abad ke-19.

Perjuangan Panjang dan Apresiasi dari Keturunan

Sekretaris Umum Ihutan Bolon Hasadaon Saragih Garingging Boru Pakon Panogolan, Jamesrin Garingging, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Prabowo serta semua pihak yang terlibat dalam proses pengusulan gelar tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kepada Bapak JR Saragih, yang dengan kerja kerasnya mendorong agar Tuan Rondahaim Saragih Garingging diakui sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Jamesrin.

Menurutnya, perjuangan pengusulan gelar ini sudah dilakukan sejak lama. Tim keluarga dan pemerhati sejarah telah mempersiapkan berbagai dokumen dan bukti perjuangan secara lengkap hingga akhirnya, tahun 2025, impian itu terwujud.

“Ini semua berkat doa dan kerja sama banyak pihak. Kini putra terbaik dari Simalungun akhirnya diakui sebagai Pahlawan Nasional,” tambahnya.

Dari Milik Keluarga Menjadi Milik Bangsa

Dengan penetapan ini, Jamesrin menegaskan bahwa Tuan Rondahaim kini bukan hanya milik keluarga besar Garingging, tetapi telah menjadi milik seluruh bangsa Indonesia, dan secara khusus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.

Ia juga menyebut, pihaknya bersama Pemkab Simalungun akan menindaklanjuti pengakuan ini dengan sejumlah langkah konkret, seperti pembangunan Rumah Bolon, tugu peringatan, dan program pelestarian sejarah perjuangan Tuan Rondahaim.

“Semua akan dibicarakan bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun agar warisan perjuangan beliau tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

“Napoleon der Bataks” – Sosok yang Tak Pernah Takluk

Tuan Rondahaim Saragih Garingging, yang bergelar Raja Raya Namabajan, memimpin Partuanan Raya pada masa 1828–1891.

Rondahaim Saragih Garingging lahir pas tahun 1828 di Juma Simandei, Sinondang , Pematang Raya.

Dalam catatan sejarah kolonial, Belanda menjulukinya sebagai “Napoleon der Bataks” atau Napoleon-nya orang Batak, karena keberaniannya memimpin perlawanan militer yang gigih terhadap kekuasaan kolonial.

Di bawah kepemimpinannya, Partuanan Raya menjadi satu-satunya kerajaan di Sumatera Timur yang tidak pernah ditaklukkan oleh Belanda semasa hidupnya. Baru sepuluh tahun setelah wafatnya, pada tahun 1901, wilayah tersebut akhirnya jatuh ke tangan kolonial di bawah pimpinan putranya, Tuan Kapoltakan Saragih Garingging.

Dua pertempuran besar yang dikenang hingga kini adalah Perang Dolok Merawan (21 Oktober 1887) dan Pertempuran Bandar Padang (12 Oktober 1889), yang memperlihatkan keberanian Tuan Rondahaim dalam mempertahankan kedaulatan daerahnya.

Pengakuan Negara dan Warisan Abadi

Atas jasa-jasanya, Presiden B.J. Habibie pada 13 Desember 1999 menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Tuan Rondahaim, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 077/TK/Tahun 1999.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kabupaten Simalungun juga menamai rumah sakit daerah dengan nama RSUD Tuan Rondahaim Saragih, agar semangat perjuangan dan keteladanan beliau terus dikenang lintas generasi.(pra/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Tuan Rondahaim #kabupaten simalungun #pahlawan nasional #Presiden Prabowo