Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ini Proyek PTHC PUPR di Sumut

Juli Rambe • Kamis, 13 November 2025 | 18:45 WIB
Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Darmawan Siregar. (Dok: istimewa)
Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Darmawan Siregar. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan pembangunan infrastruktur pada tahun 2025 akan dilakukan secara merata di berbagai wilayah. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Darmawan Siregar, yang menyebutkan bahwa proyek tahun depan akan difokuskan melalui program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat).

Menurut Hendra, pembangunan tersebut mencakup sektor jalan, jembatan, dan irigasi dalam satu kawasan agar saling mendukung dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Terkait PHTC, kami akan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara merata di tahun 2025. Fokusnya adalah keterpaduan antar bidang, baik jalan, jembatan, maupun irigasi,” ujar Hendra saat memberikan keterangannya di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (13/11/2025).

Pada tahun 2025, Dinas PUPR Sumut melalui Bidang Bina Marga melaksanakan enam proyek jalan provinsi dengan total panjang 116,7 kilometer dan nilai anggaran sebesar Rp106,32 miliar. 

Berikut rincian perkembangannya:

Ruas Jalan Panjang Ganjang–Pakkat (Kabupaten Humbang Hasundutan)

Panjang 4 km, progres fisik mencapai 70%, dengan realisasi keuangan 20% (termin pertama).

Ruas Jalan Pantai Cermin–Perbaungan (Kabupaten Serdangbedagai)

Panjang 1,06 km, progres fisik 75%, keuangan 20% (termin pertama).

Ruas Jalan Bridaham–Dolok Masihul (Kabupaten Serdangbedagai)

Panjang 1,437 km, progres fisik 21%, keuangan 20%.

Hendra berharap proyek ini dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.

Ruas Jalan Tanjung Beringin–Bandar Khalifah (Perbatasan Kabupaten Batubara dan Serdangbedagai), Panjang 3,5 km, progres fisik 30%, keuangan 20%.

Ruas Jalan Sigaringging–Batas Jungak (Perbatasan Kabupaten Phakpak Barat dan Kabupaten Dairi) Panjang 3,87 km, progres fisik 21%, sementara keuangan belum dicairkan karena menunggu progres lebih lanjut.

Ruas Jalan Aek Kota Batu–Batas Labusel (Kabupaten Labuhanbatu Utara)

Progres fisik 21%, dengan realisasi keuangan 21%.

Selain jalan, Dinas PUPR juga membangun lima unit jembatan dengan total panjang 217 meter. 

Berikut rinciannya:

Jembatan Dano Laole (Kabupaten Nias Barat), panjang 95 m, progres fisik 73,47%, keuangan 55%.

Jembatan Titi Keramat (Kabupaten Deliserdang), panjang 20 m, fisik 35%, keuangan 20%.

Jembatan Aek Pandomuan (Kabupaten Tapanuli Utara), panjang 8 m, fisik 40%, keuangan 30%.

Jembatan Aek Batang Angkola (Kota Padangsidimpuan), panjang 8 m, fisik 10%, keuangan 0%.

Untuk sektor sumber daya air, Dinas PUPR Sumut tengah melaksanakan dua proyek peningkatan daerah irigasi dengan total anggaran Rp7,36 miliar, yakni:

Kabupaten Simalungun – progres fisik 20%, keuangan 20%.

Pekan Kamis, Kabupaten Serdangbedagai – progres fisik 45%, keuangan 30%.

Perencanaan Proyek Tahun 2026 Masih Dibahas

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, proyek dan anggaran masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya masih melakukan tabulasi data kondisi jalan dan infrastruktur yang memerlukan perbaikan prioritas.

“Membangun jalan harus melalui perencanaan matang. Jadi ketika masyarakat meminta perbaikan, tidak bisa langsung dikerjakan. Harus dihitung dulu panjang jalan, biaya konsultan, dan tahapan lelangnya,” jelasnya.

Hendra menambahkan, apabila perencanaan sudah jelas, termasuk panjang jalan dan biaya yang diperlukan, maka proyek dapat segera dilelang dan dikerjakan sesuai prosedur. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
#Dinas PUPR Sumut #Pembangunan Jembatan dan Jalan