MEDAN, SUMUT POS- Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Sipirok-Tapanuli Utara (Taput) lumpuh total setelah longsor menutup badan jalan, di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (25/11).
Material tanah dan batu yang turun dari tebing menimbun seluruh badan jalan sehingga arus kendaraan tidak dapat melintas sama sekali.
Berdasarkan informasi awal, longsor diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sipirok sepanjang malam. Hujan terus mengikis struktur tanah tebing hingga menyebabkan runtuhan besar pada dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada laporan korban jiwa. Seluruh personel di lapangan memastikan situasi aman, meski antrean kendaraan menyebabkan kemacetan total.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Angkola Barat memicu longsor di Jalan Lintas Padangsidimpuan–Sibolga, tepatnya di Tobotan, Desa Sibakkua, Kabupaten Tapsel, pada Senin (24/11) malam.
Insiden terjadi sekira Pukul 23.00 WIB, menimbun badan jalan dan menutup total akses Batangtoru menuju Kota Padangsidimpuan.
Tidak hanya menutup jalur, longsor juga menyeret satu unit Mobil Suzuki XL7, dengan pelat BK1755ADV yang dikemudikan Pebrian Sapero (23), warga Kelurahan Padang Matinggi, Padangsidimpuan Selatan.
Bersamanya, terdapat seorang penumpang, Anggin (19), warga Sigiring-giring. Keduanya selamat setelah mobil mereka ikut terbawa material longsor hingga masuk ke jurang.
Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor (Polsek) Batangtoru tiba di lokasi sekira pukul 00.00 WIB untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Mereka menemukan kondisi jalan benar-benar terputus akibat tanah dan batuan yang menimbun badan jalan.
Hal senada juga terjadi di Jalan Lintas Antardesa Sitolubahal dan Desa Robean, Kecamatan Purba Tua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Terjadinya bencana banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di Desa Sitolubahal dan tanah longsor yang mengakibatkan dua unit rumah masyarakat tertimpa di Desa Robean, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Taput, Selasa (25/11).
Akibat peristiwa itu, empat orang mengalami luka-luka, dan sedikitnya 60 rumah warga terendam banjir.
Adapun, identitas korban yakni Dahlbanjar Nahor (27) mengalami luka pada bagian tangan dan kepala, Iben Parapat (15) mengalami luka pada bagian tangan dan punggung, Liora Parapat (5) mengalami luka pada bagian kepala, tangan dan punggung, dan Lenora Parapat (5) mengalami luka pada bagian.kepala dan punggung.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan air Sungai Aek Mahassan meluap dan menggenangi sekitar 60 rumah warga yang berada di Desa Sitolubahal, Kecamatan Purba Tua, Kabupaten Taput.
Sedangkan, jelas Ferry, untuk tanah longsor dan pohon tumbang yang terjadi di Desa Robean terjadi di dua titik mengakibatkan akses jalan tertutup serta salah satu titik yang mengakibatkan dua unit rumah warg tertimpa dan satu keluarga mengalami luka.
"Untuk sementara korban masih dievakuasi di salah satu rumah warga menunggu evakuasi ke Puskesmas Janjiangkola untuk menerima penanganan medis lebih lanjut. Sampai saat ini hujan masih tetap turun lebat, ketinggian air banjir mencapai 70 Cm," jelasnya, Selasa (25/11).
Ia mengimbau, agar masyarak selalu waspada dan bagi masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai serta tebing supaya mengungsi untuk mengantisipasi terjadinya luapan air yang lebih tinggi dan tanah longsor susulan.
"Kalau di Tapsel, pihak Polres Tapsel telah menurunkan personelnya untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan membantu proses evakuasi material," katanya.
Jalinsum Sipirok-Taput, lanjut Ferry, untuk sementara tidak bisa dilalui akibat tertutup material longsor.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mencari jalur alternatif hingga pembersihan selesai dilakukan," imbuhnya.
Saat ini, sebut Ferry, situasi di lokasi masih dipantau secara ketat. "Sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan penanganan di lapangan. Cuaca di sekitar lokasi masih gerimis, membuat proses pembersihan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Alat berat akan disiapkan untuk membuka kembali akses utama yang menghubungkan dua kabupaten tersebut," tandasnya. (dwi/ram)
Editor : Juli Rambe