Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Data Polda Sumut, 10 Warga Meninggal Dunia, 3 Luka-luka dan 6 Hilang dalam Bencana di Sumut

Juli Rambe • Rabu, 26 November 2025 | 12:12 WIB
EVAKUASI: Personel Polda Sumut ikut membantu evakuasi bencana banjir dan longsosr di Sumut. (Dok: Polda Sumut)
EVAKUASI: Personel Polda Sumut ikut membantu evakuasi bencana banjir dan longsosr di Sumut. (Dok: Polda Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS- Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Utara (Sumut) menyebabkan 10 warga meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 lainnya masih dalam pencarian. 

Selain itu, sebanyak 2.393 KK terdampak kerusakan rumah dan 445 warga terpaksa mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor dan genangan banjir.

Berdasarkan data hingga Selasa (25/11) malam, tercatat 20 kejadian bencana di Sumatera Utara (Sumut), yakni 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang yang tersebar di enam kabupaten/kota, yaitu Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailingnatal (Madina), Tapanuliselatan (Tapsel), Tapanuli Utara (Taput), Kota Sibolga, dan Nias.

Dari seluruh wilayah, Kota Sibolga menjadi daerah dengan dampak paling parah, mencatat enam titik longsor yang 'menelan' korban jiwa dan merusak belasan rumah. Di Tapteng, banjir sejak 17–22 November 2025, berdampak pada 1.902 KK dan menyebabkan puluhan warga mengungsi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan, bahwa Polda Sumut mengerahkan seluruh kekuatan terbaiknya dalam membantu penanganan bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.

"Sejak laporan pertama diterima, Polri langsung bergerak cepat melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), mengevakuasi warga terdampak, serta mengatur arus lalu lintas di titik-titik kritis," katanya, Rabu (26/11). 

Menurutnya, upaya pencarian terhadap enam warga yang masih hilang terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan.

Polda Sumut juga mengerahkan kekuatan Brimob sebanyak 4 SSK yang disebar ke berbagai wilayah. 

"Sejumlah SST telah berada di lokasi-lokasi rawan, seperti Jalan Lintas Padang Sidempuan-Tarutung, Desa Parsalakan di Tapteng, kawasan Batujomba Batangtoru, serta jalur menuju Sibolga yang banyak mengalami hambatan akibat kondisi jalan," imbuhnya.

Di malam hari, sambung Ferry, Polda Sumut memperkuat bantuan dengan menurunkan 1 SST Samapta, 2 Tim Dokkes, dan 1 Tim Bid TI, serta mengagendakan pengiriman tambahan personel pada keesokan paginya.

Pihaknya menyebut, seluruh tindakan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen melindungi masyarakat dan memastikan penanganan bencana berlangsung cepat serta efektif.

Ia juga menegaskan, bahwa seluruh jajaran Polda Sumut berada dalam posisi siaga penuh. 

"Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk membantu warga. Evakuasi, pencarian korban hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan," tegasnya. (dwi/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#Longsor di Sumut #banjir di sumut #korban bencana #polda sumut