Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tim BPBD Labuhanbatu Bergerak ke Lokasi Longsor Taput, Enam Warga Rantauprapat Jadi Korban

Johan Panjaitan • Jumat, 28 November 2025 | 21:09 WIB
Tim BPBD, Anggota DPRD Labuhanbatu dan Keluarga korban berangkat ke lokasi musibah tanah longsor Taput (Fajar/ Sumut Pos)
Tim BPBD, Anggota DPRD Labuhanbatu dan Keluarga korban berangkat ke lokasi musibah tanah longsor Taput (Fajar/ Sumut Pos)

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Upaya kemanusiaan kembali digerakkan. Sebanyak 10 orang, terdiri dari lima personel Tim Penjangkau BPBD Labuhanbatu, seorang anggota DPRD Labuhanbatu, dan keluarga para korban, diberangkatkan menuju lokasi tanah longsor di Desa Sibalanga, Adiankoting, Tapanuli Utara (Taput). Tragedi yang menelan enam korban jiwa dari Rantauprapat itu memaksa seluruh elemen bergerak cepat.

Kepala BPBD Labuhanbatu, Darwin Yusma, menyampaikan bahwa rombongan memilih jalur alternatif dari Simpang Pulo Raja, Asahan, menuju Tarutung. Langkah ini diambil mengingat akses utama terdampak parah.

Anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi PDIP, Tomy, turut serta dalam perjalanan tersebut. Ia menegaskan kehadirannya sebagai bentuk panggilan hati nurani.

“Untuk pesta saya bisa datang terakhir, tapi untuk kemanusiaan saya berusaha paling terdepan,” tegasnya sebelum berangkat.

Tomy juga mengungkap bahwa sebelumnya ia telah mengirim empat motor derek dan dua alat berat ke lokasi berbeda dari arah Batangtoru untuk membuka akses jalan serta mengevakuasi kendaraan yang terseret material longsor dan banjir.

Kepada keluarga korban yang ikut bersama mereka, Tomy memberi pesan penting: membawa dokumen kependudukan dan selalu berkoordinasi agar tidak menambah hambatan di lapangan.
“Kita harus hati-hati dan terkoordinasi. Fokus utama adalah membantu pencarian dan memastikan proses evakuasi berjalan lancar,” tambahnya.

Musibah longsor terjadi ketika enam warga Rantauprapat yang tengah dalam perjalanan pulang dari Medan memutuskan beristirahat di sebuah rumah warga. Tanpa diduga, lereng perbukitan runtuh dan menghantam tempat mereka beristirahat.

Para korban yang dilaporkan meninggal adalah:

Amelia Azhari Lubis (11)

Nurjannah (36)

Nurasiah (45)

Uswatun Hasanah (67)

Sumiati (63)

Opung Nerla Simanjuntak

Keenam korban sebelumnya memilih melintasi Jalinsum Barat Sumut untuk berlibur sejenak sebelum kembali ke Rantauprapat.

Langkah Cepat di Tengah Duka

Upaya pencarian dan evakuasi masih dilakukan di bawah kondisi medan yang berat dan akses terbatas. Kehadiran Tim BPBD Labuhanbatu dan pendampingan bagi keluarga korban menjadi bagian penting dalam memastikan proses penanganan berjalan cepat dan manusiawi.

Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana, terutama di wilayah rawan longsor yang kerap terdampak cuaca ekstrem.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#anggota dprd #longsor #taput #BPBD Labuhanbatu