Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Keluarga Besar Damanik Diminta Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat Luas

Johan Panjaitan • Minggu, 30 November 2025 | 15:23 WIB
Wali Kota Siantar Wesly Silalahi menyampaikan sambutan di acara Harungguan Bolon, Patampei Sihilap, dan Marsombuh Sihol Tuppuan Damanik Boru Panogolan. (Pra Evasi/Sumut Pos)
Wali Kota Siantar Wesly Silalahi menyampaikan sambutan di acara Harungguan Bolon, Patampei Sihilap, dan Marsombuh Sihol Tuppuan Damanik Boru Panogolan. (Pra Evasi/Sumut Pos)

SIANTAR, Sumutpos.jawapos.com-Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menegaskan pentingnya keluarga besar Damanik terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas dengan memegang teguh Podah Sang Naualuh Damanik—delapan pedoman hidup leluhur yang sarat nilai moral dan keteladanan.

Pesan itu disampaikan Wesly saat menghadiri Harungguan Bolon, Patampei Sihilap, dan Marsombuh Sihol Tuppuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar–Simalungun di Lapangan Adam Malik, Sabtu (29/11/2025). Kedatangan Wesly disambut Ketua Umum TDBP Indonesia, Irjen Pol (Purn) Drs M. Wagner Damanik, beserta jajaran pengurus.

Podah Naualuh, Fondasi Karakter Masyarakat yang Beradab

Dalam sambutannya, Wesly menerangkan bahwa Podah Sang Naualuh Damanik—pengasih, pelayan, jujur, berani, bertanggung jawab, teguh pendirian, saling menghormati, dan membangun—bukan sekadar filosofi budaya, tetapi modal sosial penting dalam membentuk karakter masyarakat yang rukun dan bermartabat.

“Dengan menghidupkan Podah Sang Naualuh Damanik, kita membangun masyarakat yang tangguh, rendah hati, dan beradab,” ujarnya.

Ia menyebut, di tengah pesatnya perubahan zaman, ruang pelestarian budaya seperti ini sangat penting agar generasi muda tetap memahami asal-usul dan menghargai nilai-nilai yang diwariskan leluhur.

TDBP Dorong Peran Sosial dan Pelestarian Budaya

Ketua Umum TDBP Indonesia, Maruli Wagner Damanik, mengapresiasi antusiasme keluarga besar Damanik. Ia menilai kehadiran generasi muda menjadi kekuatan utama bagi organisasi dalam menjawab perkembangan zaman.

“TDBP tak hanya menjaga budaya, tetapi juga hadir dalam kegiatan sosial agar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TDBP Siantar–Simalungun, Satben Rico Damanik, menjelaskan bahwa rangkaian acara ini menjadi momentum menyatukan keturunan Damanik dari berbagai daerah. Filosofi Marsombuh Sihol—melepaskan rindu—ia sebut sebagai roh kebersamaan untuk mempererat hubungan keluarga.

Ia mengingatkan bahwa marga Damanik dikenal sebagai Sipukkah Huta, sehingga menjaga marwah budaya Simalungun merupakan tanggung jawab bersama. Monumen Raja Sang Naualuh Damanik, katanya, menjadi simbol persatuan sekaligus pengingat bagi generasi penerus untuk tidak melupakan akar budaya.

Acara turut dihadiri Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH, Dandenpom I/1 Letkol CPM Haru Prabowo, perwakilan DanBrigif TP 36/Harajaon Marpitu, unsur Forkopimda, dan organisasi masyarakat Simalungun.(pra/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pedoman #Damanik #wali kota siantar