LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com– Suasana pilu menyelimuti Kota Rantauprapat pada Minggu (30/11/2025) saat enam jenazah korban tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara (Taput), akhirnya tiba dan diserahkan kepada keluarga masing–masing. Tangis histeris pecah menyambut kedatangan para korban yang tiba sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban pertama yang tiba adalah Almarhumah Nerla Simanjuntak, diserahkan oleh BPBD Labuhanbatu di kawasan Jalan Ade Irma Suryani, Kampung Tempel, Rantau Utara. Suasana duka sangat terasa—tenda-tenda duka didirikan, keluarga dan kerabat memadati halaman rumah, sebagian tak kuasa menahan tangis.
Iring-iringan ambulans kemudian bergerak menuju Jalan Multatuli, lokasi rumah duka bagi Sumiati, Nurjannah, dan Amelia, disusul prosesi fardhu kifayah untuk Nur Asiah. Sementara itu, Uswatun Hasanah dibawa ke rumah duka di Padang Pasir, Rantau Selatan.
Kesedihan mendalam terlihat di sepanjang prosesi. Sejumlah keluarga pingsan dan harus dibopong warga. Salat jenazah bahkan dilakukan di badan jalan, dengan para korban tetap berada di dalam ambulans. Ratusan jemaah turut hadir, ikut menyalatkan dan mengiringi jenazah menuju pemakaman.
Dimakamkan di Beberapa Lokasi Pemakaman
Setelah proses salat jenazah, Sumiati dimakamkan satu liang lahat bersama Nur Asiah, Nurjannah dimakamkan bersama putrinya Amelia, Uswatun Hasanah dikebumikan di perkuburan Muslim Padang Pasir,
Nerla Simanjuntak dimakamkan di pemakaman Kristen Rantauprapat. Masing-masing keluarga menjalani prosesi perpisahan terakhir dengan penuh haru.
Duka mendalam tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat Labuhanbatu. Ratusan pelayat memadati kawasan Jalan Multatuli, termasuk jajaran pejabat Forkopimda.
Hadir di antaranya Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Ketua DPRD Arjan Pribadi Ritonga, Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudy Ardiyan Saputro, Wakapolres Labuhanbatu Kompol H. Matondang, Sekdakab Hasan Heri.
Dalam sambutannya, Bupati Maya menyampaikan belasungkawa mendalam.
"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Labuhanbatu, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan," ucapnya.
Diketahui, keenam korban tewas setelah rumah tempat mereka beristirahat dihantam longsor dari lereng perbukitan pada Selasa (25/11/2025). Mereka adalah: Amelia Azhari Lubis (11), Nurjannah (36), Nurasiah (45), Uswatun Hasanah (67), Sumiati (63) dan Opung Nerla Simanjuntak.
Para korban sedang dalam perjalanan pulang dari Medan usai melakukan pemeriksaan kesehatan. Mereka memilih beristirahat di salah satu rumah warga di Desa Sibalanga sebelum melanjutkan perjalanan melalui Jalinsum Barat sebagai rute alternatif untuk berlibur sejenak.
Musibah datang tiba-tiba, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Rantauprapat. Labuhanbatu berduka, enam warganya pergi dalam tragedi yang membekas di hati banyak orang.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan