BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Binjai kembali memuncak. Usai banjir surut, warga justru dihadapkan pada kesulitan memperoleh BBM di berbagai SPBU. Sejak Subuh, antrean panjang tak terhindarkan, bahkan sebagian warga rela meninggalkan sepeda motor mereka terparkir begitu saja demi mempertahankan posisi.
Di SPBU 14.207.169 Jalan T. Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, Binjai Utara, antrean sepanjang puluhan meter tampak mendominasi sejak pagi. Pukul 09.00 WIB, deretan kendaraan roda dua memanjang—namun para pengendaranya memilih duduk di pinggir jalan, kelelahan setelah menunggu sekian lama. Ironisnya, antrean itu tak berbanding lurus dengan pasokan. SPBU dalam kondisi kosong BBM.
“Kami dari Subuh sudah mengantre, tapi sampai sekarang belum tahu jam berapa BBM masuk,” ujar Yusnita Purba, warga Jati Utomo, Senin (1/12/2025). Stok BBM di kendaraannya hampir habis, membuat Yusnita tak punya pilihan selain tetap menunggu.
Kelangkaan BBM, kata Yusnita, telah berlangsung tiga hari. Ia mengaku sudah berkeliling ke sejumlah SPBU di Binjai, namun semua menunjukkan kondisi serupa. “Kemana-mana saya cari, tetap nggak ada. Abang saya ke SPBU Tanah Tinggi pun kosong,” tuturnya.
Situasi makin memprihatinkan. Pada Minggu malam, antrean warga di SPBU dekat RSU Bidadari dilaporkan mencapai dua kilometer—namun hasilnya tetap nihil.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan. “Kami harap ada langkah tegas, jangan dibiarkan begini. Kasihan masyarakat,” pungkas Yusnita.
Kelangkaan BBM kini menambah daftar persoalan pascabencana di Binjai. Publik menanti respons cepat pemerintah untuk memastikan suplai kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lumpuh oleh krisis berkepanjangan.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan