PADANGSIDIMPUAN, Sumutpos.jawapos.com-Hingga Senin (1/12/2025), sudah sepekan sejumlah desa di Sumatera Utara masih terjebak dalam kegelapan total setelah banjir dan longsor menghancurkan infrastruktur listrik. Kondisi ini terjadi di empat desa di wilayah Siulang-alang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, yang dihuni belasan ribu jiwa.
Sumber listrik utama warga berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) luluh lantak dihantam banjir. Sejak itu, malam-malam mereka berubah menjadi pekat tanpa penerangan.
Sadun Lubis, warga Lubuk Kapundung II, menceritakan situasi yang kian memprihatinkan.
“Sudah satu minggu kami gelap gulita. Aktivitas malam hampir tidak bisa dilakukan. Genset pun mati sejak tiga hari lalu karena BBM habis,” ujar Sadun kepada sumutpos.jawapos.com.
Nasib serupa juga dialami ratusan kepala keluarga di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Tapanuli Selatan. PLTMH yang selama ini menjadi satu-satunya penyedia listrik hancur tersapu banjir pada Selasa (25/11/2025).
Rahman Harahap, warga Dusun Tano Ponggol, mengungkapkan keputusasaan warga yang kini hidup tanpa penerangan.
“Kami pasrah saja. Desa kami terpencil, sampai sekarang belum ada bantuan listrik sedikit pun. Malam gelap total,” ungkap Rahman.
Informasi yang dihimpun sumutpos.jawapos.com menunjukkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di sejumlah desa lain seperti Gunung Baringin di Angkola Selatan, Batu Godang di Angkola Sangkunur, serta beberapa titik lain yang belum sepenuhnya terdata.
Minimnya akses, sulitnya distribusi bantuan, serta rusaknya total jaringan listrik membuat ribuan warga harus bertahan dalam kondisi darurat berkepanjangan. Hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan listrik bisa kembali pulih.
Situasi gelap gulita yang berkepanjangan ini semakin mempertegas beratnya dampak bencana yang menimpa wilayah tersebut — bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus harapan warga untuk kembali menjalani kehidupan normal dalam waktu dekat.(mag-10/han)
Editor : Johan Panjaitan