Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

13 Ribu Hektare Sawah Terendam Banjir, Wabup Sergai Turun Tangan Salurkan Bantuan Bibit

Johan Panjaitan • Senin, 1 Desember 2025 | 21:30 WIB
Wabup  Sergai Adlin Tambunan Saat serahkan bantuan bibit kepada petani . ( Fadly/ Sumut Pos )
Wabup Sergai Adlin Tambunan Saat serahkan bantuan bibit kepada petani . ( Fadly/ Sumut Pos )

SEI RAMPAH, Sumutpos.jawapos.com-Bencana banjir yang melanda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data resmi Dinas Pertanian, sedikitnya 13.253,28 hektar lahan persawahan di 10 kecamatan kini terendam air. Angka ini setara dengan hampir 70 persen dari total luas tanam 19.063,8 hektar, menjadikan banjir kali ini sebagai salah satu yang paling berdampak dalam beberapa tahun terakhir.

Dari Kecamatan Tebing Tinggi, Sei Bamban, Sei Rampah, Teluk Mengkudu, Bandar Khalipah, Tebing Syahbandar, Tanjung Beringin, Pantai Cermin, Perbaungan, hingga Pegajahan—hamparan sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan petani kini berubah menjadi genangan luas. Tanaman padi yang baru berumur 1 hingga 60 hari setelah tanam (HST) terancam gagal panen.

Melihat situasi genting tersebut, Wakil Bupati Serdang Bedagai, Dr. H. Adlin Tambunan, turun langsung menyalurkan bantuan bibit padi kepada kelompok tani yang terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus menjadi langkah awal pemulihan produksi pangan daerah.

“Kita berharap banjir segera surut sehingga tanaman padi masih bisa diselamatkan. Untuk tanaman yang puso, kami sudah memerintahkan Dinas Pertanian melakukan pendataan lengkap untuk segera diajukan ke instansi terkait di tingkat provinsi. Bantuan benih padi sedang kita upayakan,” ujar Adlin saat meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan, Senin (1/12/2025).

Penyaluran bantuan turut didampingi Plt Kalak BPBD Sergai Abdul Rahman Purba, Kadis Pertanian Dedi Iskandar, Camat Sei Rampah Fitrianti, Kepala Desa Sei Rejo Muliono, serta Ketua Gapoktan Gemaripah Sei Rejo, Sahrizal.

Adlin menegaskan bahwa dengan luas areal terendam mencapai belasan ribu hektar, musim tanam dipastikan akan bergeser, dan ketahanan pangan lokal ikut terancam jika tidak ditangani cepat.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin membantu petani. Ini bukan hanya soal padi, tetapi soal keberlangsungan ekonomi masyarakat Sergai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Gemaripah, Sahrizal, menyampaikan kondisi yang mereka hadapi semakin berat. Di desanya saja, 486 hektar sawah terendam banjir, dengan usia tanam rata-rata baru 20 hari.

“Dengan kondisi seperti ini, kemungkinan besar padi kami akan puso,” ungkapnya dengan nada berat.

Banjir besar ini menjadi ujian berat bagi para petani Sergai. Di tengah ancaman gagal panen, kehadiran pemerintah daerah menjadi harapan utama agar mereka tidak benar-benar kehilangan mata pencaharian. Pemerintah kini dituntut bergerak cepat, tepat, dan berpihak pada petani—sebelum kerugian makin meluas dan berdampak panjang pada kondisi pangan dan ekonomi daerah.(fad/han)

Editor : Johan Panjaitan
#petani #kabupaten sergai #bantuan #banjir #bibit