Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Desakan Status Bencana Nasional, Politisi PDIP Labuhanbatu: Gunakan Teknologi Internasional untuk Kirim Bantuan ke Lokasi Terisolir

Johan Panjaitan • Selasa, 9 Desember 2025 | 13:10 WIB

Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Saptono (ist)
Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Saptono (ist)

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Desakan agar Pemerintah Pusat menetapkan status Bencana Nasional untuk wilayah Sumatera kian menguat. Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Saptono, menilai kondisi bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sudah berada pada fase kritis sehingga membutuhkan kewenangan, resource, dan penanganan berskala nasional.

Ini saatnya Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan strategis menetapkan status bencana nasional,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut, Selasa (9/12/2025) di Rantauprapat.

Tak Perlu Alergi Bantuan Internasional

Saptono menilai pemerintah tidak perlu khawatir terhadap potensi masuknya bantuan internasional ketika status bencana dinaikkan. Faktanya, jumlah korban meninggal dan hilang terus bertambah, sementara kerusakan rumah, fasilitas publik, hingga infrastruktur utama berada pada level mengkhawatirkan.

Baca Juga: Ratusan Warga Brohol Geruduk PT EMHA dan Kantor Bupati Batubara, Desak Pembebasan Lahan Perkuburan

Jangan alergi terhadap bantuan luar negeri kalau datang dengan niat kemanusiaan. Ketulusan itu harus dihargai,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran dukungan internasional justru dapat mempercepat penyaluran bantuan dan menjangkau wilayah-wilayah yang hingga kini terisolasi akibat jembatan runtuh, badan jalan terputus, dan medan yang tidak lagi bisa dilewati kendaraan.

Teknologi Canggih Bisa Selamatkan Situasi

Saptono menekankan, masuknya bantuan internasional bukan hanya soal logistik, tetapi juga teknologi.

Banyak kantong pengungsian sulit dijangkau karena infrastruktur lumpuh total. Dalam kondisi ini, teknologi negara mitra dapat membuat perbedaan besar.

Drone berkapasitas besar milik negara-negara maju bisa mengirim pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan ke lokasi terdampak tanpa hambatan medan,” jelasnya.

Bandingkan dengan helikopter pemerintah yang kerap terbatas oleh ketiadaan helipad, pepohonan lebat, dan cuaca ekstrem.

Baca Juga: Karyawan PalmCo Salurkan Ribuan Logistik dan Pakaian Layak Pakai ke Aceh Tamiang, Langsa, dan Tapanuli Selatan

Dengan dukungan teknologi global, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana juga bisa dipercepat. Termasuk penanganan trauma dan healing untuk penyintas, yang menurut Saptono, negara-negara berpengalaman dapat memberikan bantuan lebih efektif.

Saatnya Keputusan Diambil

Situasi yang mengarah pada darurat kemanusiaan, kata Saptono, tidak boleh direspons setengah hati. Ketersediaan pasokan bagi warga terisolir semakin kritis, sementara jalur logistik masih banyak terhenti.

Status bencana nasional akan membuka pintu koordinasi lebih luas, lebih cepat, dan lebih terarah — termasuk bantuan luar negeri yang siap bekerja untuk kemanusiaan,” pungkasnya.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#politisi #International #teknologi #bencana nasional #PDIP 11 kursi