MEDAN, SUMUT POS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara melaporkan bahwa jumlah korban akibat rangkaian bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir, hingga banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera Utara terus bertambah.
Hingga Selasa (9/12/2025) pukul 08.00 WIB, tercatat 338 orang meninggal dunia, 138 orang masih hilang, dan 650 orang mengalami luka-luka.
Bencana ini berdampak luas di 12 kabupaten/kota, yaitu: Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Medan, Langkat, Deliserdang, Serdangbedagai, Batubara, dan Nias Selatan.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, akses ke sejumlah wilayah masih terputus. BPBD mencatat 11 kecamatan dengan total 37 desa masih terisolir, yaitu:
Kecamatan Sosor Gadong: 1 desa
Kecamatan Sorkam: 2 desa
Kecamatan Kolang: 4 desa
Kecamatan Sitahuis: 8 desa
Kecamatan Lumut: 3 desa
Kecamatan Badiri: 2 desa
Kecamatan Tukka: 7 desa
Kecamatan Pasaribu Tobing: 5 desa
Kecamatan Pinangsori: 1 desa
Kecamatan Sibabangun: 1 desa
Kecamatan Tapian Nauli: 3 desa
Upaya pembukaan akses jalan terus dilakukan menggunakan alat berat, namun medan yang berat dan cuaca yang tidak stabil masih menjadi kendala utama.
Beberapa wilayah mengalami dampak paling parah, dengan Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan korban terbanyak. Berikut rincian wilayah terdampak:
Tapanuli Tengah: 110 meninggal, 94 hilang, 524 luka-luka
Tapanuli Selatan: 85 meninggal, 30 hilang, 69 luka-luka
Tapanuli Utara: 36 meninggal, 11 hilang, 3 luka-luka
Humbang Hasundutan: 9 meninggal, 9 luka-luka, 1 hilang
Kota Medan: 12 meninggal akibat banjir
Kota Sibolga: 53 meninggal, 2 hilang, 45 luka-luka
Langkat: 11 meninggal
Deliserdang: 17 meninggal
Nias Selatan: 1 meninggal
Lebih dari 1,5 Juta Jiwa Terdampak
Total 434.147 kepala keluarga atau sekitar 1.634.208 jiwa terdampak akibat bencana ini. Sebanyak 42.503 jiwa masih mengungsi di lokasi-lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan berbagai kelompok relawan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, melalui Pusdalops mengatakan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang, mengevakuasi warga, serta menyalurkan bantuan logistik ke wilayah-wilayah terisolir.
Mobilisasi alat berat dan helikopter bantuan juga terus dimaksimalkan untuk mempercepat penanganan darurat.
Pemerintah provinsi mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di beberapa wilayah Sumatera Utara. (rel/san/ram)
Editor : Juli Rambe