SUMUT POS- Berdasarkan data BMKG, Bibit Siklon Tropis 91S mulai terbentuk pada 7 Desember 2025 pukul 00.00 UTC (07.00 WIB) di wilayah Samudera Samudra Hindia barat daya Lampung. Berdasarkan analisis saat ini, Selasa, 9 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 91S terdeteksi di sekitar 5.4°LS 94.2°BT dan berada di dalam Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta.
Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem sekitar 20 knot (37 km/jam) terpantau di sebelah utara sistem, dengan tekanan minimum sekitar 1008 hPa. Berdasarkan citra satelit 6 jam terakhir, awan konvektif masih terlihat meluas di sekitar sistem yang bersifat terputus-putus dan sporadis.
Inti awan berpuncak sangat dingin hanya muncul dalam sel-sel terbatas dan belum membentuk area deep convection yang luas maupun dense overcast yang menutupi pusat sirkulasi.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa aktivitas konvektif di sekitar sistem masih berfluktuasi dan belum terorganisasi secara konsisten.
Berdasarkan analisis angin per lapisan, pola sirkulasi siklonik cukup terlihat tetapi lemah, sirkulasi pada lapisan permukaan hingga 850 hPa terpantau cukup terpusat, tetapi pada lapisan 700 hPa pusat sirkulasi terpantau melebar ke arah timur, kemudian pada lapisan 500 hPa sirkulasi tidak terpantau dan cenderung seperti belokan angin, dan pada lapisan 200 hPa menunjukkan divergensi lapisan atas.
Bibit Siklon Tropis 91S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby Kelvin, dan low frequency, berada di wilayah suhu muka laut hangat (28 – 29o C), vortisitas positif (50 s-1) terutama di lapisan permukaan hingga 850 - 700 hPa akan tetapi masih belum kuat, dan wind shear dalam kategori lemah (15 m/s), serta Kelembapan udara relatif cukup mendukung di sekitar sistem pada lapisan 850 – 200 hPa.
Konvergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan atas masih dalam kategori lemah serta belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem menjadi faktor penghambat pertumbuhan sistem.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam kedepan intensitas Bibit Siklon Tropis 91S diprakirakan menurun dilihat dari melemahnya sirkulasi dan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot di selatan sistem dengan arah pergerakan ke arah timur laut.
Dalam 48 – 72 jam ke depan, intensitas sistem diprakirakan cenderung semakin melemah dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 – 20 knot di bagian utara sistem. Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam kedepan dalam kategori peluang Rendah.
Bibit Siklon Tropis 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 10 Desember 2025 pukul 07.00 WIB:
• Hujan sedang – lebat di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
• Tinggi Gelombang kategori sedang (1.25 - 2.5 m) di wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, dan Selat Sunda bagian selatan.
Namun intensitasnya diprakirakan dampaknya tidak seperti siklon tropis senyar utk kota Medan dan sekitarnya. (ram)
Editor : Juli Rambe