LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com - Pengalihan arus lalulintas dari kota Rantauprapat menuju Kota Sigambal, Rantau Selatan dan sebaliknya mendapat sorotan publik. Alasannya, proyek pembangunan gorong-gorong atau box culvert di pertigaan jalan Sisingamangaraja dan jalan Sampurna menghambat mobilitas warga.
"Iya, dampaknya arus lalulintas kita dialihkan berputar. Semakin jauh," ujar salah seorang warga selalu pengguna jalan, Husin Mubarak, Rabu (10/12/2025) di Rantauprapat.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku pekerjaan yang dilakukan mesti lebih profesional. Sehingga tidak merugikan masyarakat. Sembari tidak mengurangi kualitas pekerjaan proyek.
Parsono juga mengimbau pekerjaan proyek itu mesti dikerjakan bertahap. Dengan sistem setengah dikerjakan, setengah untuk lalulintas.
"Seharusnya pengerjaan jalan protokol itu setengaj dulu, agar tak mengganggu aktivitas masyarakat dan pengendara yang melintas," paparnya.
Pengalihan dan rekayasa arus lalu lintas box Culvert itu juga menjadi perhatian pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu atas dasar Surat DInas PUPR Kab. Labuhanbatu Nomor : 800 / 589 / DPUPR-III / 2025 tanggal 8 Desember 2025 tentang Penutupan sementara Jl. Sisingamangaraja Rantauprapat.
Arus lalulintas dari Kota Sigambal dialihkan di Simpang Perisai dan Simpang Hocklie Rantauprapat. Sementara arus lalu lintas yang datang dari arah Medan dialihkan ke kanan melalui Jalan Perisai Rantauprapat, selama tiga hari sejak 9 - 11 Desember 2025.
Sedangkan salah seorang pekerja proyek tersebut, mengaku tidak mengetahui posisi plank proyek diletakkan dimana. Sehingga, warga tak dapat melihat secara jelas jenis pekerjaan dan besaran nilai pagu proyek.
Namun, beredar poto yang menyebutkan proyek pekerjaan pembangunan parit jalan Sisingamangaraja dan jalan Sempurna, bersumber dana APBD TA 2025 senilai Rp1,494 miliar yang pelaksanaan proyek dikerjakan CV Tri Jaya Sakti. (fdh)