Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Komunitas Tebing Tinggi Bergerak: Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang Disalurkan Hingga ke Daerah Terisolasi

Johan Panjaitan • Kamis, 11 Desember 2025 | 21:28 WIB
Para relawan dari komunitas KOLAC, Sahabat Yatim & Dhuafa, Kami Anak Tebing Tinggi, dan Isyarah berfoto bersama warga Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka,  Aceh Tamiang. (Azan Purba/ Sumut Pos)
Para relawan dari komunitas KOLAC, Sahabat Yatim & Dhuafa, Kami Anak Tebing Tinggi, dan Isyarah berfoto bersama warga Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. (Azan Purba/ Sumut Pos)

TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Derita para korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, menggerakkan hati banyak pihak. Salah satunya komunitas asal Kota Tebing Tinggi: KOLAC (Kota Lemang Creator), Sahabat Yatim & Dhuafa (SYD), Kami Anak Tebing Tinggi (KATT), dan Isyarah.

Ketua KOLAC, Wawan, menyampaikan bahwa bencana yang melanda Aceh Tamiang menjadi duka bersama.

“Kesedihan saudara-saudara kita di Aceh Tamiang mengetuk nurani kami. Karena itu, keluarga besar KOLAC bersama komunitas lain bergerak melakukan penggalangan dana sebagai wujud kepedulian sosial,” ujarnya.

Relawan Bergerak Bawa Donasi dengan Dua Armada

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, sejumlah relawan diturunkan, di antaranya Wak Bockir, Cek Miin, Rudy CE, Wahyu, Mpok Yuni, Ayu Zihan, dan Yopi, yang mengawal dua armada pengangkut donasi dari masyarakat Tebing Tinggi.

Bantuan tersebut kemudian disalurkan langsung ke Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah yang saat itu belum tersentuh bantuan pemerintah akibat medan berat dan akses jalan hampir terputus oleh banjir.

Proses penyaluran berlangsung pada 7–8 Desember 2025, menembus genangan dan kerusakan infrastruktur demi memastikan bantuan tiba kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Wawan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, komunitas tersebut telah membuka dapur umum untuk korban banjir di Kota Tebing Tinggi.

“Kami masih akan terus bergerak menyalurkan bantuan untuk masyarakat Aceh, mengingat kondisi para korban di sana masih sangat memprihatinkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan antusiasme warga yang menitipkan donasi melalui komunitas mereka.

“Semoga bantuan yang kami salurkan bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang, meski kami sendiri juga merupakan korban banjir di Tebing Tinggi,” tutup Wawan.

Aksi solidaritas lintas komunitas ini menjadi bukti nyata bahwa bencana tidak hanya melahirkan duka, tetapi juga memperkuat kepedulian dan persatuan.(mag-3/han)

Editor : Johan Panjaitan
#korban banjir #kemanusian #komunitas #bantuan #aceh tamiang