LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga bagi korban bencana alam banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera. Kali ini, bantuan disalurkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Pelepasan bantuan dilakukan oleh Wakil Bupati Labuhanbatu, Jamri, Kamis (18/12/2025), di Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Jalan WR Supratman, Rantauprapat. Sebanyak sembilan unit truk yang mengangkut logistik bantuan dilepas menuju lokasi terdampak bencana.
Sebelum keberangkatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan akhir terhadap seluruh armada dan kelengkapan bantuan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Jamri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0209/LB, Kapolres Labuhanbatu, PMI Labuhanbatu, serta seluruh masyarakat yang telah berperan aktif memberikan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh,” ujar Jamri.
Ia berharap proses pendistribusian bantuan dapat berjalan lancar dan aman hingga tiba di lokasi tujuan serta kembali ke Rantauprapat tanpa kendala.
“Semoga seluruh rangkaian pendistribusian bantuan kemanusiaan ini dapat berjalan dengan baik, aman, dan selamat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Labuhanbatu, Muhammad Rusli, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyaluran bantuan kali ini merupakan tahap ketiga yang sepenuhnya bersumber dari donasi masyarakat Labuhanbatu.
“Ini merupakan pendistribusian tahap ketiga. Seluruh bantuan yang diangkut sembilan truk ini berasal dari donasi masyarakat Labuhanbatu,” jelasnya.
Sebanyak 51 personel gabungan dari Kodim 0209/LB, Polres Labuhanbatu, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, PMI, PPNI, serta IDI Labuhanbatu turut mengawal pendistribusian logistik menuju Aceh Tamiang.
Adapun bantuan kemanusiaan yang dikirimkan meliputi obat-obatan, beras, mi instan, air mineral, minyak goreng, susu, roti kering, pakaian layak pakai, peralatan angkut (angkong), hingga makanan siap saji berupa rendang.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan