Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UM Tapsel Turun Langsung Bantu Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan

Johan Panjaitan • Sabtu, 20 Desember 2025 | 11:26 WIB
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Tapsel, Dr. Nurhamidah Gajah, S.Sos., M.AP., dengan dukungan pendanaan sebesar Rp320 juta.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Tapsel, Dr. Nurhamidah Gajah, S.Sos., M.AP., dengan dukungan pendanaan sebesar Rp320 juta.

TAPSEL,Sumutpos.jawapos.com- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melaksanakan Program Tanggap Darurat Bencana 2025 sebagai respons cepat terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Program ini melibatkan berbagai perguruan tinggi sebagai mitra pelaksana di lapangan.

 

Salah satu perguruan tinggi yang terlibat aktif adalah Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel). Dalam pelaksanaan program tersebut, UM Tapsel menurunkan lima tim pengabdian masyarakat yang menyusuri berbagai desa terdampak banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Selatan. Salah satu tim dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UM Tapsel, Dr. Nurhamidah Gajah, S.Sos., M.AP., dengan dukungan pendanaan sebesar Rp320 juta.

Bencana yang melanda Tapanuli Selatan disebut sebagai salah satu bencana terbesar yang pernah terjadi di Sumatera Utara, baik dari sisi luas wilayah terdampak maupun dampak sosial yang ditimbulkan. Luasnya sebaran lokasi bencana menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan dalam menentukan wilayah prioritas penyaluran bantuan.

“Tiga desa yang paling berat terdampak adalah Desa Huta Godang, Desa Aek Ngadol, dan Desa Garoga. Ketiga desa ini kami fokuskan pada satu lokasi pengungsian, yakni Desa Batu Hula. Wilayah-wilayah tersebut juga telah mendapatkan penanganan awal dari pemerintah dan berbagai pihak,” ujar Dr. Nurhamidah saat memberikan keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

Selain wilayah yang telah banyak tersentuh bantuan, tim UM Tapsel juga menelusuri desa-desa terdampak lain yang relatif kurang mendapat perhatian, meskipun tingkat kerusakannya hampir sama. Dari hasil penelusuran tersebut, ditetapkan dua desa sebagai target utama bantuan lanjutan.

Desa pertama adalah Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Muara Batangtoru. Salah satu dusunnya, Mabang Pasir, mengalami kerusakan sangat parah. “Hampir seluruh warga dusun ini menjadi korban, dengan lebih dari 50 persen permukiman hancur dan terseret arus banjir,” jelasnya.

Desa kedua adalah Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, yang terdampak bencana longsor. Peristiwa tersebut mengakibatkan 22 orang meninggal dunia serta menyebabkan sejumlah warga kehilangan tempat tinggal.

Untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak, tim UM Tapsel menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar, seperti bahan makanan, air minum, serta perlengkapan memasak, mandi, dan mencuci. Bantuan diberikan secara lengkap dan fungsional, termasuk kompor dan tabung gas, kuali, dandang, rice cooker, ember, gayung, dan sikat.

Selain bantuan logistik, UM Tapsel juga menyediakan tenda-tenda pengungsian di Desa Garoga, Desa Aek Ngadol, dan Desa Batu Godang sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Penyediaan tenda dilakukan mengingat proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, UM Tapsel berkolaborasi dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES). UNNES mengirimkan dosen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Dr. Henny Murtini, S.E., M.Si., untuk membantu pengelolaan dan pendistribusian bantuan logistik agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

UM Tapsel juga bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Padangsidimpuan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan RI dalam menghimpun bantuan dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, dukungan juga diperoleh dari SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk barang kebutuhan pokok, baik pada masa tanggap darurat maupun untuk program pemulihan pascabencana.

Tidak hanya fokus pada bantuan fisik, tim UM Tapsel juga memberikan paket makanan bergizi serta layanan dukungan psikososial (psychosocial support), khususnya bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini dilakukan melalui aktivitas edukatif dan rekreatif guna membantu mengurangi trauma, memulihkan rasa aman, serta mengembalikan keceriaan anak-anak.

“Anak-anak merupakan kelompok paling rentan mengalami trauma pascabencana. Oleh karena itu, selain bantuan logistik, kami juga berupaya memulihkan kondisi psikologis mereka agar dapat kembali beraktivitas secara normal,” kata Dr. Nurhamidah.

Melalui keterlibatan aktif dalam Program Tanggap Darurat Bencana Kemendiktisaintek 2025, UM Tapsel berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak sekaligus mendukung pemulihan sosial pascabencana di Tapanuli Selatan.

“Kami berharap bencana ini segera berlalu dan masyarakat Tapanuli Selatan dapat bangkit serta pulih kembali,” pungkasnya.(san)

Editor : Johan Panjaitan
#tapanuli selatan #longsor #UM Tapsel #tanggap darurat #logistik #banjir