BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Lelang jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Binjai menarik perhatian publik. Pasalnya, sejumlah posisi strategis diikuti aparatur sipil negara (ASN) dari luar daerah yang kerap disebut sebagai pejabat impor.
Salah satunya adalah Wahyu Umara, ASN asal Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), yang mengikuti seleksi terbuka jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai. Wahyu sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas PUTR Sergai.
Wahyu secara terbuka mengakui alasan hijrahnya ke Kota Binjai. Menurutnya, peluang menduduki jabatan eselon II di daerah asalnya terbilang kecil.
“Kalau melihat peluang di Sergai, kecil peluang saya untuk dapat eselon II,” ujar Wahyu kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, Wahyu tetap mengikuti seluruh tahapan seleksi. Bahkan, ia dinyatakan lulus seleksi administrasi dan mencatatkan nilai tertinggi pada tahapan makalah dan wawancara.
“Mohon maaf sebelumnya slow respon, kondisi saya kurang sehat kemarin,” kata Wahyu saat dikonfirmasi beberapa hari kemudian.
Wahyu mengungkapkan dirinya telah resmi menjadi ASN Kota Binjai sejak Mei 2024. Terkait isu bahwa dirinya semula dipersiapkan untuk menduduki jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Wahyu mengaku tidak mengetahuinya.
“Saya malah tidak tahu kalau dipersiapkan untuk Perkim. Semua penilaian kita serahkan ke panitia. Saya hanya mengikuti tahapan seleksi sebaik-baiknya,” tuturnya.
Berdasarkan hasil seleksi, Wahyu unggul dari tiga pesaing lainnya, yakni Achmad Haryansyah Siregar, Avro Wibowo, dan Dasar Martinus Sembiring. Ia meraih nilai makalah 84,3 dan wawancara 85,5, tertinggi di antara para pelamar jabatan Kadis PUTR.
Pemko Binjai sendiri menggelar seleksi terbuka untuk 10 jabatan pimpinan tinggi pratama, yakni Staf Ahli Wali Kota, Sekretaris DPRD, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas PUTR, Dinas PMPTSP, Dinas Kominfo, serta Satpol PP.
Awalnya terdapat 11 jabatan yang dilelang, termasuk Direktur RSUD Dr RM Djoelham. Namun, karena hanya satu pelamar dan tidak memenuhi syarat minimal empat orang, lelang jabatan tersebut resmi ditutup panitia seleksi yang diketuai Heny Sitepu.
Berdasarkan nilai tertinggi, sejumlah nama disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengisi jabatan eselon II, di antaranya M Ikhsan Siregar (Kadis Kominfo), Sofyan Siregar (Kadis Pendidikan), Arif Budiman Sihotang (Kasatpol PP), M Syofian Pasaribu (Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian), serta Wahyu Umara (Kadis PUTR).
Dari sepuluh nama teratas, mayoritas merupakan pejabat lama di lingkungan Pemko Binjai. Namun, dua figur mencuri perhatian publik, yakni Wahyu Umara dari Sergai dan Irsan Firdaus dari Gayo Lues, Aceh. Keduanya dinilai sebagai simbol masuknya pejabat impor dalam persaingan jabatan strategis di Kota Binjai.
Fenomena ini sekaligus memunculkan diskursus baru tentang kompetisi karier ASN lintas daerah, meritokrasi, serta peluang pejabat lokal dalam mengisi jabatan strategis di daerahnya sendiri.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan