Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Groundbreaking Huntap Korban Bencana, Wagub Sumut Tekankan Pembangunan Tepat Waktu

Johan Panjaitan • Minggu, 21 Desember 2025 | 19:31 WIB
Surya   bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara), Mendari Tito Karnavian groundbreking huntap Tapteng dan Taput. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Surya bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara), Mendari Tito Karnavian groundbreking huntap Tapteng dan Taput. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

TAPTENG, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah resmi memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara. Wakil Gubernur Sumut, Surya, menegaskan harapannya agar pembangunan huntap tersebut rampung tepat waktu sehingga warga terdampak dapat segera menempati rumah layak dan keluar dari pengungsian.

Pada tahap awal, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun ratusan unit hunian di sejumlah daerah terdampak. Rinciannya, 200 unit di Kota Sibolga, 118 unit di Kabupaten Tapanuli Tengah, 103 unit di Tapanuli Utara, dan 227 unit di Tapanuli Selatan. Pembangunan ditargetkan selesai pada awal 2026.

Di Sibolga, huntap dibangun di kawasan GOR, sementara di Tapanuli Tengah berlokasi di area Asrama Haji Pinangsori. Untuk Tapanuli Utara, pembangunan dilakukan di Desa Sibalanga, sedangkan di Tapanuli Selatan berada di kawasan Kebun Hapesong PTPN IV.

“Kita berharap huntap ini selesai tepat waktu agar masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi berlarut-larut tinggal di pengungsian,” ujar Surya saat mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada kegiatan groundbreaking di lahan Asrama Haji Pinangsori, Minggu (21/12/2025).

Surya juga mengajak masyarakat untuk bersabar sekaligus berpartisipasi mendukung percepatan pembangunan. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BNPB, hingga elemen masyarakat.

“Pemprov Sumut sangat berterima kasih atas kolaborasi semua pihak. Presiden juga terus memantau langsung progres pemulihan pascabencana di Sumut,” tegasnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya dalam pemulihan wilayah terdampak bencana. Menurutnya, seluruh kekuatan negara telah dikerahkan agar proses rehabilitasi berjalan cepat dan efektif.

“Presiden mengerahkan koordinasi, anggaran, dan semua sumber daya. Kita harus bekerja lebih cepat dari biasanya untuk membantu rakyat,” ujar Maruarar, yang akrab disapa Ara.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian memastikan pemerintah akan memberikan bantuan bagi seluruh kategori kerusakan rumah, baik ringan, sedang, maupun berat. Khusus rumah rusak berat atau hilang, pemerintah akan membangunkan hunian tetap tanpa membebani korban.

“Semua masih dalam proses pendataan. Untuk rumah rusak berat atau hilang, negara hadir membangunkan huntap seperti yang kita mulai hari ini,” kata Tito.

Ia menambahkan, total pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Sumatera mencapai lebih dari 2.600 unit, mencakup wilayah Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat. Pembangunan tersebut dilakukan tanpa membebani APBN maupun APBD, dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi yang membangun lebih dari 2.000 rumah, serta kontribusi pribadi Menteri PKP Maruarar Sirait.

Groundbreaking ini menjadi simbol kuat kehadiran negara dalam memastikan pemulihan pascabencana berjalan adil, cepat, dan berpihak kepada masyarakat terdampak.(san/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tapteng #wagubsu #huntap #taput