Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ketua PKK Labura Hadiri Penutupan SCOPE di Tanjung Leidong, Kasus Malaria Turun Signifikan

Johan Panjaitan • Rabu, 24 Desember 2025 | 11:15 WIB
Bersama Kadis Kesehatan Hj.Jannah, Ketua PKK Labura hadiri penutupan SCOPE di Kecamatan Tanjung Leidong Labura. (Asri Tarigan/Sumutpos)
Bersama Kadis Kesehatan Hj.Jannah, Ketua PKK Labura hadiri penutupan SCOPE di Kecamatan Tanjung Leidong Labura. (Asri Tarigan/Sumutpos)

LABURA, Sumutpos.jawapos.com-Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Hj. dr. Rama Dhona Sihotang, M.Ked(Ped), Sp.A, menghadiri penutupan kegiatan Short Course Primaquine for the Radical Cure of Plasmodium Vivax (SCOPE) yang digelar di Puskesmas Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Labura Hj. Jannah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Labura dr. Pariyanti, Camat Kualuh Leidong Riva Arya Ritonga, serta Kepala Puskesmas Tanjung Leidong Dewi Daulay.

Dalam sambutannya, Hj. Rama Dhona Sihotang mengapresiasi terselenggaranya program SCOPE yang dinilai memiliki peran strategis dalam upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit malaria, khususnya di wilayah pesisir Labuhanbatu Utara.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih kepada Prof. dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu atas dukungan dan dedikasinya dalam membantu menurunkan angka malaria di Kecamatan Kualuh Leidong,” ujar Dhona.

Ia berharap Puskesmas Tanjung Leidong bersama seluruh pemangku kepentingan dapat terus melanjutkan dan mengembangkan program serupa, sehingga upaya eliminasi malaria di Kabupaten Labuhanbatu Utara dapat tercapai secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Hasil nyata dari program tersebut terlihat dari penurunan signifikan kasus malaria di Kecamatan Kualuh Leidong. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 709 kasus, kemudian turun drastis menjadi 240 kasus pada tahun 2024. Tren penurunan berlanjut pada tahun 2025 dengan jumlah kasus kembali menurun menjadi 236 kasus.

Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, akademisi, serta dukungan masyarakat mampu memberikan dampak positif dalam pengendalian penyakit menular di Labuhanbatu Utara.(mag-11/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kadis kesehatan #scope #Pkk labura