SUMUT POS– Pemerintah Desa (Pemdes) Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir dan longsor di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (26/12/2025).
Bantuan tersebut merupakan hasil donasi masyarakat Desa Sekip yang dihimpun melalui kegiatan open donasi selama dua hari. Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sekip, Rahmat, bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Sekip.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa ratusan goni beras, makanan siap saji, pakaian layak pakai, serta berbagai kebutuhan sandang dan pangan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Desa Sekip terhadap saudara-saudara kita di Desa Sekumur. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir dan longsor. Donasi ini kami himpun selama dua hari dan kami salurkan langsung ke lokasi agar tepat sasaran,” ujar Kepala Desa Sekip, Rahmat.
Dalam proses penyaluran bantuan, rombongan Pemdes Desa Sekip harus menempuh medan yang cukup berat. Akses jalan menuju Desa Sekumur terputus akibat banjir dan longsor, sehingga rombongan terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk dapat mencapai lokasi desa terdampak.
“Meskipun akses menuju lokasi terputus dan kami harus menyeberangi sungai menggunakan perahu, kami tetap berupaya menyalurkan bantuan secara langsung. Ini merupakan amanah dari masyarakat Desa Sekip yang harus kami sampaikan kepada warga terdampak,” tambah Rahmat.
Setibanya di lokasi, bantuan kemanusiaan tersebut diterima oleh perwakilan tokoh masyarakat setempat dan selanjutnya akan disalurkan secara merata kepada seluruh warga Desa Sekumur.
Diketahui, Desa Sekumur merupakan salah satu desa yang terdampak paling parah akibat bencana banjir dan longsor beberapa minggu lalu. Desa ini dihuni sekitar 1.200 jiwa dengan 285 kepala keluarga (KK).Berdasarkan informasi dari warga setempat, sekitar 80 persen rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hancur.
Selain merusak permukiman warga, bencana tersebut juga melumpuhkan mata pencaharian masyarakat. Mayoritas warga Desa Sekumur menggantungkan hidup dari perkebunan karet dan pertanian sayur-sayuran, yang kini rusak dan hanyut diterjang banjir.
Seorang warga setempat menyampaikan bahwa bantuan dari relawan dan pemerintah sudah mulai berdatangan. Namun demikian, kondisi di lapangan masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait akses listrik yang hingga kini masih mengandalkan genset dengan penggunaan terbatas karena terkendala biaya bahan bakar.
Warga juga berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan permanen untuk membuka kembali akses transportasi menuju desa. Dengan tersedianya infrastruktur tersebut, roda perekonomian masyarakat diharapkan dapat kembali bergerak pascabencana.
Terakhir, perwakilan masyarakat Desa Sekumur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sekip dan seluruh warga Desa Sekip atas bantuan serta kepedulian yang telah diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sekip dan seluruh masyarakat Desa Sekip atas bantuan dan kepedulian yang telah diberikan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga Desa Sekumur yang terdampak banjir dan longsor,” ujar salah seorang perwakilan masyarakat.
Pemdes Desa Sekip berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat solidaritas antarwilayah. (fad/ram)
Editor : Juli Rambe