TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com-Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Kereta Api Penumpang Sri Bilah Utama jurusan Rantau Prapat–Medan menabrak sebuah mobil Toyota Avanza Veloz yang melintas di jalur tersebut.
Akibat peristiwa tragis ini, delapan penumpang mobil dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu orang lainnya, yang merupakan pengemudi, mengalami luka kritis dan kini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Sumut Cabang Tebingtinggi.
Benturan keras membuat mobil terseret sejauh kurang lebih 500 meter sebelum kereta api akhirnya berhenti di sekitar gudang penampungan sawit tak jauh dari lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran seluruh korban terjepit di dalam kendaraan, sehingga diperlukan alat berat untuk menyingkirkan bangkai mobil dari rel.
Hingga beberapa saat pascakejadian, identitas para korban belum sepenuhnya diketahui. Petugas tidak menemukan dokumen identitas di lokasi, sementara kondisi korban menyulitkan proses identifikasi awal.
Saksi mata, Imam (35), pemilik bengkel di sekitar lokasi, menyebutkan bahwa korban didominasi kaum ibu serta dua orang balita. Ia mengatakan peringatan suara kereta api sebenarnya sudah terdengar, namun diduga tidak disadari oleh pengemudi maupun penumpang karena kondisi mobil tertutup rapat.
“Sudah ada peringatan, tapi kemungkinan tidak terdengar. Kaca dan pintu mobil tertutup, penumpang juga tidak menyadari,” ujarnya.
Diketahui, mobil tersebut ditumpangi satu keluarga yang baru menghadiri undangan di Kabupaten Batu Bara dan hendak mengunjungi kerabat di kawasan Bagelen. Kendaraan melaju dari Jalan Baja menuju Jalan Ahmad Bilal sebelum mencoba melintasi rel kereta api di Jalan Abdul Hamid.
Belakangan, dua korban berhasil diidentifikasi, yakni Risnawai (58) dan Rizal (55), warga Jalan Deli Tua, Gang Iman, Dusun I, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deliserdang.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi, sementara korban kritis masih menjalani perawatan. Kasus kecelakaan tersebut kini dalam penanganan aparat berwenang guna penyelidikan lebih lanjut.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan