MEDAN, SUMUT POS- Dua hari pascakebakaran hebat yang menghanguskan pabrik Swalow milik PT Garuda Mas Perkasa di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Selasa (27/1/2026) malam, masih menyisakan banyak tanda tanya di tengah masyarakat.
Berbagai isu berkembang terkait penyebab kebakaran, mulai dari dugaan keteledoran karyawan hingga kabar adanya korban tewas. Meskipun sudah ada keterangan resmi yang jelas dari pihak manajemen.
Hasil penelusuran Sumut Pos di lapangan menemukan kejanggalan. Sejumlah karyawan yang berhasil ditemui maupun dihubungi terkesan bungkam dan enggan memberikan keterangan, khususnya mereka yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Bahkan, beberapa karyawan secara terbuka mengaku mendapat tekanan dari pihak manajemen perusahaan untuk tidak berbicara kepada awak media.
Salah satu karyawan bernama Nia Purba, yang berhasil dihubungi Sumut Pos, dirinya mengaku berada di lokasi saat peristiwa kebakaran terjadi, memilih menolak memberikan keterangan. Ia menyebut larangan tersebut datang langsung dari pihak perusahaan.
“Saya sebenarnya ada di lokasi saat kejadian, tapi saya tidak boleh bicara apa-apa. Kami sudah dilarang oleh perusahaan untuk memberi keterangan ke media,” ujar Nia dengan singkat kepada Sumut Pos, Kamis (29/1/2026).
Hal senada disampaikan Zulfan, salah seorang petugas keamanan (security) yang bertugas saat kebakaran berlangsung. Meski berada di lokasi kejadian, Zulfan mengaku tidak berani berbicara lebih jauh.
“Maaf bang, kami ditekan oleh perusahaan. Saya tidak bisa menjelaskan apa-apa terkait kebakaran ini,” ucapnya singkat.
Tak hanya itu, Sumut Pos juga berhasil menemui Dea Khairunisa, seorang karyawan yang saat ini tengah mengandung. Namun, dengan raut wajah penuh ketakutan, Dea juga menolak memberikan keterangan.
“Saya takut. Saya tidak berani bicara, nanti bisa bermasalah dengan perusahaan,” katanya pelan sambil menunduk.
Dari hasil penelusuran tersebut, kuat dugaan bahwa PT Garuda Mas Perkasa secara sengaja menginstruksikan seluruh karyawannya untuk tidak memberikan keterangan apa pun kepada media terkait insiden kebakaran tersebut.
Sikap tertutup perusahaan ini justru memunculkan semakin banyak pertanyaan dan spekulasi di tengah publik. Hingga kini, sejumlah misteri terkait penyebab kebakaran, kondisi saat kejadian, serta kemungkinan adanya korban jiwa masih belum terungkap secara terang.
Masyarakat pun berharap aparat berwenang dapat segera mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan tidak ada upaya menutupi informasi penting dalam peristiwa kebakaran besar tersebut.(san/ram)
Editor : Juli Rambe