MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Setiap tahunnya, lebih dari Rp7 triliun uang masyarakat Sumatera Utara (Sumut) mengalir ke luar negeri untuk biaya pengobatan. Fakta ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumut. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan perlunya rumah sakit di daerah ini memperbaiki kualitas layanan agar masyarakat memilih berobat di dalam negeri.
“Ini persaingan. Rumah sakit di Sumut harus mampu memperbaiki tata kelola agar kepercayaan masyarakat kembali. Pasien harus merasa tenang dan nyaman sejak pertama kali masuk, itu yang utama,” ujar Bobby saat membuka Seminar dan Workshop Perumahsakitan bertajuk “Mewujudkan Ekosistem Rumah Sakit yang Handal dan Berkelanjutan” di Ballroom Santika Premiere Dyandra Medan, Selasa (10/2).
Gubernur menekankan posisi strategis Sumut yang dekat dengan negara tetangga menjadi tantangan sekaligus peluang. Pemerintah daerah terus mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, dengan tujuan menjadikan Sumut tidak hanya pilihan utama pasien lokal, tetapi juga menarik pasien mancanegara.
Terkait isu pencabutan status Penerima Bantuan Iuran (PBI), Bobby menegaskan tidak ada rumah sakit yang boleh menolak pasien karena masalah biaya. “Program kesehatan adalah prioritas. Masyarakat saya yang datang ke RS harus diperlakukan baik. Pelayanan harus terus membaik demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tegasnya.
Ketua Umum PERSI, Bambang Wibowo, mendorong rumah sakit memanfaatkan teknologi terkini untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, serta mengurangi emisi karbon di lingkungan rumah sakit. Sementara Ketua PERSI Wilayah Sumut, Syaiful Munawar Sitompul, menekankan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam manajemen rumah sakit dan rekam medis.
Seminar ini juga dimeriahkan Medan Hospital Expo selama dua hari, menampilkan berbagai inovasi teknologi kesehatan terkini. Gubernur Bobby Nasution meninjau stan-stan expo dan menekankan pentingnya kolaborasi rumah sakit dengan pemerintah untuk menyukseskan program Universal Health Coverage (UHC).
Dengan langkah ini, Sumut menargetkan mengurangi arus uang keluar negeri untuk layanan kesehatan, sekaligus menjadikan rumah sakit lokal sebagai pilihan utama masyarakat dan pasien internasional.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan