PALUTA, Sumutpos.jawapos.com-Wajahnya terlihat lelah sepulang dari Medan. Namun di balik raut penat itu, semangat tak surut terpancar dari Ketua DPC PKB Padang Lawas Utara, Taripar Laut Harahap. Dengan segelas teh manis hangat di ruang tamunya, politisi kelahiran Lantosan I, 5 Juli 1969, itu berbicara tentang kesetiaan, konsistensi, dan masa depan partai yang telah ia nahkodai sejak awal pemekaran daerah.
“Kalau untuk menyambut adinda, saya selalu siap. Walaupun jujur, badan masih agak lelah sepulang dari pelantikan pengurus DPW PKB Sumut di Medan,” ujarnya ringan.
Dari Pemekaran ke Panggung Legislatif
Sejak Padang Lawas Utara resmi mekar dari Tapanuli Selatan pada 2007, Taripar sudah menjadi figur sentral dalam membangun fondasi PKB di daerah itu. Konsistensinya tak sekadar retorika. Tiga periode duduk di kursi legislatif menjadi bukti kuat kedekatan alumnus IAIN (kini UIN) tersebut dengan basis akar rumput.
Bagi Taripar, politik bukan sekadar kontestasi lima tahunan, melainkan kerja panjang menjaga kepercayaan publik. Itulah sebabnya kehadirannya dalam pelantikan DPW PKB Sumatera Utara bukan seremoni biasa. Ia datang membawa komitmen, sekaligus menyerap arah strategis partai.
Kepengurusan baru DPW PKB Sumatera Utara periode 2026–2031 kini dipimpin Ashari Tambunan. Di forum tersebut, target besar ditegaskan: kenaikan 100 persen kursi DPRD Sumut pada Pemilu 2029.
Target ambisius itu bukan sekadar slogan. Data Pemilu 2024 menjadi pijakan awal:
– 4 kursi DPRD Sumut
– 52 kursi DPRD kabupaten/kota se-Sumut
– 2 kursi DPR RI (Dapil 1 dan 2)
Bagi Taripar, angka-angka itu adalah fondasi untuk dilipatgandakan. Ia meyakini, jika arahan DPP dijalankan konsisten, lonjakan kursi bukan hal mustahil.
Visi tersebut sejalan dengan garis besar kepemimpinan Ketua Umum Muhaimin Iskandar. PKB, tegas Taripar, tidak boleh hanya berdiri di luar pagar kekuasaan. Untuk memperjuangkan gagasan dan cita-cita pendiri partai, kehadiran di eksekutif maupun legislatif menjadi keniscayaan.
Di tingkat daerah, Taripar menekankan satu prinsip: PKB harus hadir sebagai solusi. Ia mengamini pesan Wakil Ketua Umum Ida Fauziyah bahwa partai tidak boleh hanya tampak saat musim kampanye.
“PKB harus menjadi solusi bagi persoalan masyarakat, khususnya di Padang Lawas Utara. Kita bukan sekadar hadir di kertas suara, tapi hadir di tengah persoalan rakyat,” tegasnya.
Pernyataan itu mencerminkan pendekatan politik berbasis pelayanan, bukan sekadar elektoral. Di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif, model kepemimpinan seperti inilah yang ingin terus ia rawat: membangun struktur partai yang solid, memperluas jejaring kader, dan menjaga kedekatan dengan konstituen.
Menuju 2029: Dari Target ke Realitas
Dengan pengalaman hampir dua dekade memimpin sejak 2007, Taripar Laut Harahap menjadi jangkar stabilitas PKB di Paluta. Ia memahami medan politik lokal, sekaligus membaca arah kebijakan provinsi dan pusat.
Bagi Taripar, 2029 bukan sekadar angka tahun. Itu adalah momentum pembuktian—bahwa kesetiaan panjang, konsistensi kerja, dan kedekatan dengan rakyat dapat diterjemahkan menjadi kekuatan politik nyata.
Di sela lelah perjalanan, ia tetap berdiri tegak. Bukan hanya sebagai ketua partai, tetapi sebagai simbol kesinambungan perjuangan PKB di tanah Paluta.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan