BINJAI, Sumutpos.jawapos.com – Usianya baru 11 tahun, namun keberanian dan kemampuan yang dimiliki Renaldo Surbakti membuat banyak orang takjub. Bocah kelas V sekolah dasar asal Kabupaten Langkat itu dipercaya menjadi imam salat tarawih, berkat kemampuannya menghafal 12 juz Al-Qur’an.
Renaldo, yang akrab disapa Renal, tinggal di Dusun Kenangan, Desa Padangbrahrang, Kecamatan Selesai. Namanya mulai menjadi perbincangan setelah kisahnya tersebar di media sosial.
Momen tak terduga bahkan sempat dialaminya setelah memimpin salat tarawih di kampungnya. Seorang pelajar tiba-tiba meminta tanda tangan Renal untuk tugas sekolah, membuat bocah itu sempat kebingungan.
“Hari itu habis jadi imam tarawih, Renal tadarus sama kawan-kawan. Tiba-tiba ada yang minta tanda tangan untuk tugas sekolah, jadi sempat bingung,” ujar Renal saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Isu Krisis Selat Hormuz Picu Kepanikan, Antrean BBM Mengular di SPBU Gunung Tua
Meski usianya masih sangat muda, Renal kini dipercaya secara bergantian menjadi imam tarawih di Musala At-Taubah dan Masjid Nurul Hidayah di kampungnya. Ia tidak memimpin setiap malam, melainkan sesuai jadwal yang telah disepakati oleh Badan Kenaziran Masjid (BKM).
“Kalau jadi imam tidak tiap hari, biasanya tiga hari sekali sesuai jadwal di masjid dan musala,” jelasnya.
Renal lahir pada 27 Januari 2015 dan merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Saat ini ia menempuh pendidikan di SD Islam Terpadu Madrasah Ibtidaiyah Darul Yunus di Binjai Barat.
Selain belajar di sekolah, Renal juga rutin mengaji di lembaga pendidikan Al-Qur’an bersama guru ngajinya, Ustaz Amin, di Kecamatan Selesai.
Ketertarikan Renal terhadap Al-Qur’an sudah terlihat sejak usia sangat dini. Ia mulai menghafal dari juz 30, kemudian berlanjut ke juz 29 saat berusia sekitar enam hingga tujuh tahun.
“Awalnya Renal hafal juz 30 dulu. Setelah masuk sekolah mulai lanjut ke juz berikutnya, dan alhamdulillah sekarang sudah sampai 12 juz,” tuturnya.
Kemampuannya tersebut juga mengantarkan Renal meraih sejumlah prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Pada 2024, ia berhasil meraih juara umum cabang tartil pada MTQ tingkat Kabupaten Langkat. Setahun kemudian, ia kembali meraih prestasi dengan menjadi juara tiga cabang tahfiz pada MTQ yang digelar Yayasan Haji Anif.
Baca Juga: Tragedi di Kolam Paluta: Empat Bocah Kakak Beradik Tewas Tenggelam
Meski sempat menuai pro dan kontra di masyarakat karena usianya yang masih sangat muda, Renal tetap teguh ingin menjadi imam salat tarawih. Bahkan ia sendiri yang meminta izin kepada pengurus masjid untuk diberi kesempatan.
Ayah Renal, Jenda Malam Surbakti, mengakui bahwa awalnya ia juga sempat ragu dengan keputusan tersebut.
“Memang sempat ada yang bertanya-tanya, kok anak kecil jadi imam. Tapi karena Renal sendiri yang sangat ingin, akhirnya pengurus masjid memberi kesempatan. Sebagai orang tua tentu kami bangga,” ungkapnya.
Menurut Jenda, perjalanan Renal menghafal Al-Qur’an juga tidak lepas dari kebiasaan yang dibangun sejak kecil. Di rumah, mereka memasang speaker kecil yang memutar lantunan ayat suci Al-Qur’an hampir sepanjang hari.
“Speaker itu menyala 24 jam dan sudah beberapa kali rusak karena terus dipakai. Mungkin dari situ ayat-ayat Al-Qur’an terus masuk ke ingatan anak saya,” katanya.
Kini Renal memiliki cita-cita besar untuk menjadi qori sekaligus hafiz Al-Qur’an. Ia juga berencana melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren agar bisa memperdalam hafalannya.
“Tahun ini ingin ikut lomba MTQ lagi. Setelah itu insyaallah mau mondok supaya hafalan Al-Qur’an bisa lebih banyak,” ujar Renal penuh semangat.
Bagi keluarganya, perjalanan Renal menjadi imam tarawih di usia belia bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi juga harapan bahwa generasi muda dapat tumbuh dengan kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan