MEDAN, SUMUT POS- Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perhubungan Sumut tahun 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Total kuota yang disediakan sebanyak 5.550 tiket kini telah terpenuhi, dan proses pendaftaran resmi telah ditutup.
Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Rochani Litiloly, mengatakan saat ini pihaknya tengah memfokuskan proses pada verifikasi data para peserta yang telah mendaftar serta mengambil tiket mudik gratis tersebut.
“Pendaftaran sudah kita tutup. Sekarang fokus kita adalah melakukan verifikasi terhadap seluruh peserta yang telah mendaftar dan mengambil tiket, karena pendaftaran saja tidak otomatis menjamin bisa berangkat. Semua tetap harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu,” ujar Rochani saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, secara keseluruhan kuota mudik gratis tahun ini sebenarnya sudah penuh. Namun dalam proses verifikasi masih ditemukan beberapa penyesuaian, khususnya pada moda transportasi kereta api yang mengalami kelebihan pendaftar pada tanggal tertentu.
“Untuk kereta api, kita masih melakukan verifikasi terutama pada keberangkatan tanggal 18 yang pendaftarnya melebihi kuota. Sementara untuk angkutan jalan, kuotanya hampir terpenuhi dan hanya tersisa belasan kursi saja,” jelasnya.
Menurut Rochani, tingginya minat masyarakat membuat sejumlah tujuan perjalanan menjadi favorit pemudik. Tahun ini, Kota Panyabungan menjadi daerah tujuan dengan jumlah peminat terbanyak dibandingkan wilayah lainnya.
“Paling banyak pemudik memilih tujuan ke Panyabungan. Sementara untuk tujuan seperti Sosa dan Salak, peminatnya relatif lebih sedikit,” katanya.
Meski demikian, keterbatasan kuota membuat tidak semua pendaftar bisa diberangkatkan dalam program mudik gratis tersebut. Berdasarkan data sementara, terdapat 78 orang pendaftar yang kemungkinan tidak dapat diberangkatkan meskipun telah melakukan pendaftaran sebelumnya.
Rochani menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelengkapan dokumen atau syarat administrasi peserta, melainkan murni karena kuota yang tersedia sangat terbatas.
“Tidak ada kendala dari sisi syarat atau dokumen pendaftar. Semua yang mendaftar tetap kita verifikasi. Namun karena kuotanya terbatas, ada sekitar 78 orang yang kemungkinan tidak dapat kita berangkatkan tahun ini,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa program mudik gratis memiliki mekanisme yang harus diikuti oleh seluruh peserta. Pendaftaran hanya menjadi tahap awal, sementara verifikasi menjadi penentu akhir apakah peserta berhak memperoleh tiket keberangkatan atau tidak.
Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara setiap tahun ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya para perantau dan pekerja, agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan biaya yang lebih ringan menjelang perayaan hari besar keagamaan. Dengan tingginya minat masyarakat tahun ini, pemerintah daerah menilai program tersebut masih sangat dibutuhkan dan berpotensi untuk terus dikembangkan di masa mendatang. (san/ram)
Editor : Juli Rambe