Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

H-4 Idul Fitri, Gelombang Pemudik Mulai 'Membanjiri' Gunung Tua Paluta

Johan Panjaitan • Senin, 16 Maret 2026 | 10:48 WIB

Suasana arus mudik di Gunung Tua, Paluta alami peningkatan. Para pemudik dari berbagai daerah sudah mulai membanjiri Paluta. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)
Suasana arus mudik di Gunung Tua, Paluta alami peningkatan. Para pemudik dari berbagai daerah sudah mulai membanjiri Paluta. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com– Menjelang Hari Raya Idulfitri, geliat arus mudik di Kabupaten Padang Lawas Utara mulai terasa semakin kuat. Memasuki H-4 Lebaran, gelombang kedatangan perantau yang pulang kampung ke Gunung Tua terpantau meningkat signifikan.

Kerinduan untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga di kampung halaman tampaknya menjadi magnet kuat bagi masyarakat Paluta yang selama ini merantau di berbagai daerah, terutama di Medan, Binjai, hingga wilayah Langkat.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas transportasi antarkota menuju Gunung Tua semakin padat. Salah satu armada yang menjadi andalan pemudik, Bus Batang Pane Baru, bahkan harus meningkatkan frekuensi keberangkatan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

Seorang petugas loket, Harahap, mengatakan arus pemudik mulai meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

“Sudah sangat padat. Untuk empat hari menjelang Lebaran ini saja, rata-rata ada sekitar 20 bus yang berangkat setiap hari dari Medan khusus tujuan Paluta. Banyak sekali warga kita yang pulang tahun ini,” ujarnya di sela kesibukan melayani penumpang.

Bus Pariwisata Ikut Dikerahkan

Lonjakan jumlah pemudik membuat armada reguler hampir kewalahan. Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, sejumlah bus pariwisata turut dikerahkan sebagai armada tambahan.

Kesibukan tersebut juga terlihat dari aktivitas di sekitar terminal dan titik pemberhentian penumpang. Regar, seorang penarik becak yang setiap hari beroperasi di kawasan itu, mengaku merasakan langsung peningkatan aktivitas mudik.

“Ramai sekali. Saya lihat bus-bus pariwisata juga sudah mulai masuk untuk membantu angkut penumpang supaya semua bisa pulang kampung,” katanya.

Tarif Tiket Naik Musiman

Seiring meningkatnya permintaan, tarif tiket perjalanan menuju Paluta juga mengalami penyesuaian musiman atau tuslah yang mulai diberlakukan oleh pihak pengelola transportasi.

Adapun tarif yang berlaku saat ini antara lain:

Kelas Ekonomi: Rp145.000

Kelas AC: Rp175.000

Meski mengalami kenaikan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk pulang kampung. Bagi para perantau, kesempatan berkumpul bersama keluarga saat Lebaran jauh lebih berharga dibanding tambahan biaya perjalanan.

Dengan arus mudik yang terus meningkat menuju Gunung Tua, masyarakat diimbau untuk tetap waspada selama perjalanan, menjaga barang bawaan, serta memastikan kondisi kesehatan tetap prima agar dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#lebaran #arus mudik #gunung tua #idulfitri