TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com- Menyambut libur Idulfitri 2026 yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tebing Tinggi mengambil langkah antisipatif dengan menyiagakan puluhan personel dan armada untuk menghadapi potensi kebakaran.
Sebanyak 32 personel dan enam unit armada disiapkan guna memastikan respons cepat terhadap situasi darurat selama periode Lebaran. Dari jumlah tersebut, 16 personel ditugaskan dalam status siaga penuh selama 24 jam.
Kepala dinas, M. Ridwansyah, menegaskan bahwa lonjakan aktivitas masyarakat—baik yang mudik maupun yang tetap beraktivitas di rumah—berbanding lurus dengan meningkatnya risiko kebakaran.
“Momentum Lebaran membuat aktivitas rumah tangga meningkat. Di sisi lain, banyak rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong, sehingga potensi kebakaran perlu diantisipasi secara serius,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Baca Juga: Lebaran Lebih Dulu! Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Masjid Taqwa Lubukpakam
Ia memastikan, kesiapsiagaan personel dilakukan secara maksimal agar setiap laporan kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan dampaknya diminimalisir.
“Kami menempatkan personel siaga 24 jam agar setiap kejadian bisa langsung ditindaklanjuti tanpa jeda,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada kesiapan internal, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan. Pemeriksaan instalasi listrik, kompor gas, serta peralatan rumah tangga lainnya menjadi langkah penting sebelum meninggalkan rumah untuk mudik.
“Pastikan semua dalam kondisi aman sebelum bepergian. Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menghindari kebakaran,” tegas Ridwansyah.
Selain itu, ia turut mengimbau para pemudik agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan diri saat lelah dan memanfaatkan pos istirahat yang tersedia guna menghindari risiko kecelakaan.
Dengan kesiapsiagaan penuh dan dukungan kesadaran masyarakat, diharapkan perayaan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan terbebas dari bencana kebakaran.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan