TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com— Komitmen menjaga harmoni dan ketertiban masyarakat kembali ditegaskan jajaran Polres Tebing Tinggi melalui pengamanan pelaksanaan ibadah Cengbeng yang dijalankan warga etnis Tionghoa di sejumlah titik, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan pemantauan dipimpin langsung Wakapolres Rudi Syahputra, didampingi Kabag Ops Kompol Herliandri dan Kabag SDM AKP J.H. Panjaitan. Kehadiran para pejabat utama ini menjadi simbol keseriusan aparat dalam memastikan setiap aktivitas keagamaan berlangsung aman, tertib, dan penuh penghormatan.
Fokus pengamanan diarahkan ke Komplek Pemakaman Yasobas di Jalan Baja, Kecamatan Padang Hilir—salah satu pusat pelaksanaan ritual Cengbeng di kota tersebut. Di lokasi ini, personel kepolisian tidak hanya berjaga, tetapi juga melakukan patroli serta koordinasi intensif dengan pengelola pemakaman.
Baca Juga: Viral Nyabu di Pinggir Jalan, Pelaku Dibekuk di Binjai Utara
Pendekatan yang diambil bukan semata pengawasan, melainkan pengawalan yang humanis. Polisi hadir untuk memastikan setiap rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa gangguan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan tradisi penghormatan kepada leluhur tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi, rangkaian ibadah Cengbeng telah dimulai sejak 26 Maret dan akan berlangsung hingga 15 April 2026. Puncak perayaan diperkirakan jatuh pada 5 April, yang berpotensi menghadirkan lonjakan jumlah peziarah.
Mengantisipasi hal itu, Polres Tebing Tinggi telah menyiapkan pola pengamanan dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Dua Ranperda Strategis Disetujui, Pemko dan DPRD Siantar Perkuat Arah Pembangunan Sosial
Lebih dari sekadar pengamanan, kehadiran aparat di tengah perayaan Cengbeng mencerminkan wajah pelayanan publik yang inklusif—bahwa setiap tradisi dan keyakinan mendapat ruang yang sama untuk dijalankan dengan aman dan khusyuk.
Di tengah dinamika kota, ketenangan yang tercipta selama perayaan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat mampu menjaga harmoni tetap terjaga.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan