BINJAI, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah Kota Binjai menggelar prosesi tepung tawar yang sarat makna, dipadukan dengan manasik haji sebagai bentuk pembekalan menyeluruh bagi calon jamaah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Umar Baki, Kamis (26/3/2026), menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam memastikan kesiapan fisik, mental, dan spiritual para tamu Allah.
Sebanyak 223 calon jamaah haji dari Binjai mengikuti rangkaian ini, sebelum nantinya diberangkatkan ke Tanah Suci dengan pendampingan enam petugas profesional. Mereka dipastikan tergabung dalam Kloter 1—sebuah keuntungan tersendiri yang mempermudah koordinasi dan manajemen keberangkatan.
Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, melainkan panggilan suci yang menuntut kesiapan total.
Baca Juga: 65 Putra-Putri Labusel Berebut Tiket Menuju Seragam Polri
“Ibadah haji adalah kehormatan besar. Jamaah harus siap, baik dalam pemahaman tata cara maupun kondisi kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, manasik haji memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi komprehensif, mulai dari regulasi hingga teknis pelaksanaan ibadah. Lebih dari itu, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk jamaah yang mandiri—mampu menjalankan seluruh rukun haji dengan khusyuk tanpa hambatan berarti di lapangan.
Sentuhan lokal turut mewarnai pelepasan ini. Sebagai bentuk perhatian sekaligus pengikat emosional dengan kampung halaman, Pemko Binjai membekali jamaah dengan makanan khas seperti bumbu pecal, sambal teri kacang, dan permen jahe.
“Bekal ini bukan sekadar makanan, tetapi penawar rindu. Kami berharap bisa menjaga selera makan dan stamina jamaah selama di Arab Saudi,” tambahnya.
Pesan pun dititipkan: luruskan niat, jaga kebersamaan, dan patuhi arahan pembimbing. Di balik seremoni yang hangat, tersimpan harapan besar—agar seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan