Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Innova Terjun ke Sungai Deras, Pasutri Hilang Misterius Usai Telepon “Sudah Dekat”

Johan Panjaitan • Rabu, 1 April 2026 | 11:38 WIB
CARI KORBAN: BPBD, Polisi beserta warga melalukan pencarian terhadap pasutri  yang mobilnya terjun ke jurang di Desa Lae Ikan Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (31/3/2026).  (ISTIMEWA/SUMUT POS)
CARI KORBAN: BPBD, Polisi beserta warga melalukan pencarian terhadap pasutri yang mobilnya terjun ke jurang di Desa Lae Ikan Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (31/3/2026). (ISTIMEWA/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – Perjalanan pulang yang seharusnya berakhir di rumah berubah menjadi tragedi penuh tanda tanya. Sebuah mobil Toyota Innova silver BK 1213 SP dilaporkan terjun ke aliran deras Lae Kombih, Dusun Buludidi, Desa Lae Ikan, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (30/3) malam.

Hingga kini, kendaraan tersebut belum ditemukan. Begitu pula dengan pasangan suami istri yang berada di dalamnya, Rudy Simanjuntak (38) dan Risma Tumangger (38), yang masih dinyatakan hilang.

Peristiwa ini pertama kali mencuat setelah putra mereka, Yogi Simanjuntak, melaporkan kedua orang tuanya tak kunjung pulang. Padahal, beberapa jam sebelumnya, sang ibu sempat menelepon dan mengatakan bahwa mereka sudah berada dekat rumah.

“Terakhir komunikasi, korban bilang sudah dekat dan minta pintu dibukakan,” ujar Sekretaris Desa Lae Ikan, Munar Manik, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Clara Shinta Pilih Elegan, Ajak Wanita VCS Suaminya Bicara Baik-Baik

Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Malam berganti pagi, keduanya tak juga tiba.

Warga bersama aparat kemudian melakukan penelusuran di sepanjang bantaran sungai. Hasilnya, hanya jejak yang ditemukan—pelat nomor kendaraan, ponsel, dan beras—seakan menjadi saksi bisu detik-detik terakhir perjalanan mereka.

“Mobil dan korban belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan di aliran sungai,” kata Munar.

Kepala BPBD Pakpak Bharat, Augusman Padang, memastikan insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Namun derasnya arus sungai menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

“Sungainya berarus kuat. Tim masih melakukan pencarian,” ujarnya.

Baca Juga: Messi Starter Lawan Zambia, Sinyal Kuat Tampil di Piala Dunia 2026

Diketahui, sebelum kejadian, pasutri tersebut menghadiri pesta di Nanjombal, lalu melanjutkan perjalanan ke Desa Jambu, dan sempat bersilaturahmi Lebaran ke rumah keluarga di Natam, Kecamatan Tinada.

Perjalanan yang tampak biasa itu kini menyisakan duka dan misteri. Jarak lima kilometer menuju rumah yang seharusnya mudah ditempuh, justru menjadi titik hilangnya jejak.

Di tengah derasnya arus Lae Kombih, harapan keluarga kini bergantung pada upaya pencarian yang masih berlangsung—menanti kepastian dari sebuah perjalanan yang belum menemukan ujungnya.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pasangan suami istri #pakpak bharat #hilang #Terjun #mobil