Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Program MBG di Sumut Sudah Jangkau Jutaan Siswa, Kendala Utama di Bahan Baku

Juli Rambe • Senin, 6 April 2026 | 19:31 WIB
Kordinator Daerah Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara T Agung Kurniawan. (Dok: istimewa)
Kordinator Daerah Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara T Agung Kurniawan. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Kordinator Daerah Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara T Agung Kurniawan mengungkapkan perkembangan terbaru pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik ini disebut telah menjangkau jutaan siswa, meski masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Menurut Agung, saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut telah mencapai 1.279 unit. Dari jumlah tersebut, program MBG tercatat sudah dirasakan oleh sekitar 2.883.486 siswa di berbagai jenjang pendidikan.

Baca Juga: Polisi Sita 16,99 Gram Sabu di Sei Balai Batubara

“Untuk Sumatera Utara, saat ini sudah ada 1.279 SPPG. Program MBG juga telah dirasakan oleh sekitar 2,8 juta lebih siswa,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Senin (6/4/2026).

Meski capaian tersebut tergolong signifikan, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum terjangkau program ini. Data menunjukkan sebanyak 384 sekolah di Sumut hingga kini belum mendapatkan layanan MBG.

Teuku Agung menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memperluas cakupan program agar seluruh siswa dapat merasakan manfaat yang sama. Namun, diakui, ada sejumlah kendala yang cukup memengaruhi percepatan distribusi program tersebut.

“Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah terkait bahan baku, khususnya untuk protein hewani seperti daging ayam,” jelasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya permintaan bahan pangan seiring masifnya pelaksanaan program MBG belum diimbangi dengan pertumbuhan produksi dari sektor peternakan. Kondisi ini menyebabkan harga bahan baku, terutama ayam, terus mengalami kenaikan.

“Harga terus naik karena permintaan meningkat, sementara peternak belum tumbuh secara masif untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” tambahnya.

Ke depan, Badan Gizi Nasional Sumut berharap adanya dukungan lintas sektor, termasuk penguatan sektor peternakan lokal, agar pasokan bahan baku dapat lebih stabil. Dengan demikian, pelaksanaan program MBG di Sumatera Utara dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh sekolah tanpa terkendala distribusi maupun ketersediaan pangan.

Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda, sekaligus mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa di sekolah.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
#mbg di sumut #kendala mbg di sumut