PALUTA, Sumutpos.jawapos.com- Ruang tunggu yang penuh, antrean yang tak putus, serta aktivitas tenaga medis yang kian intens menjadi potret keseharian di RSU Aek Haruaya dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan pasien ini bukan sekadar fenomena musiman, melainkan sinyal kuat bahwa ada yang sedang tidak seimbang—antara alam dan kebiasaan manusia.
Perubahan cuaca yang tak menentu menjadi pemicu utama. Pagi hari terasa terik, namun menjelang sore hujan deras mengguyur tanpa jeda. Fluktuasi suhu yang ekstrem ini memaksa tubuh bekerja ekstra untuk beradaptasi, dan pada titik tertentu, daya tahan pun melemah.
Dampaknya terlihat nyata. Keluhan pasien cenderung seragam: demam, batuk, flu, hingga gangguan pencernaan. Penyakit-penyakit ini mungkin terdengar ringan, tetapi dalam jumlah besar, ia menjadi indikator rapuhnya imunitas masyarakat.
Baca Juga: Gerindra Kritik Pemko Binjai: Tegas ke Pedagang Kecil, Tumpul ke Pelanggar Besar
Namun, cuaca bukan satu-satunya faktor. Di balik lonjakan ini, terselip persoalan yang lebih mendasar—gaya hidup yang kian abai terhadap kesehatan. Dalam ritme hidup yang serba cepat, banyak orang mengabaikan kebutuhan paling sederhana: cukup minum, makan bergizi, dan istirahat yang layak.
Seorang tenaga kesehatan di RSU tersebut mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan instan, gorengan, serta minuman dingin saat cuaca panas justru memperparah kondisi tubuh. Ditambah dengan kurangnya asupan air putih, tubuh menjadi rentan dehidrasi dan mudah terserang penyakit.
"Memang benar, akhir-akhir ini jumlah pasien yang berobat meningkat signifikan. Kebanyakan mengeluhkan gejala yang serupa: demam, batuk, flu, hingga gangguan pencernaan," ujarnya di sela-sela kesibukan melayani pasien.
Baca Juga: Musrenbang Labura 2027 Dibuka, Arah Pembangunan Masuk Fase Ekspansi
Fenomena ini seharusnya menjadi peringatan kolektif. Bahwa kesehatan bukan sekadar urusan ketika sakit datang, tetapi tentang bagaimana menjaga keseimbangan sejak awal. Tubuh selalu memberi sinyal—lelah, haus, atau penurunan stamina—namun sering kali diabaikan hingga akhirnya terlambat.
Kepadatan di RSU Aek Haruaya bukan hanya tentang banyaknya pasien, melainkan cermin dari pola hidup yang perlu dibenahi. Di tengah cuaca yang “galau”, kesadaran menjaga imun menjadi kunci utama.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan