Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ketua TP PKK Paluta Peluk Kesedihan Korban Kebakaran Pasar Gunungtua

Johan Panjaitan • Kamis, 23 April 2026 | 10:20 WIB

 

Ketua TP PKK Paluta Refina Reski Basyah Harahap menyambangi para korban kebakaran di pasar Gunung Tua. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)
Ketua TP PKK Paluta Refina Reski Basyah Harahap menyambangi para korban kebakaran di pasar Gunung Tua. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)

 

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com-Bau sangit masih menggantung di udara Lingkungan IV, Kelurahan Pasar Gunungtua. Di atas hamparan tanah yang kini menghitam, lima bangunan yang dulunya berdiri kokoh telah berubah menjadi puing dan arang. Yang tersisa bukan hanya sisa kebakaran, tetapi juga duka yang dalam bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan.

Namun, di tengah kesunyian pascakebakaran itu, sebuah kehadiran datang membawa kesejukan.

Rabu (22/4/2026), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Padang Lawas Utara, Ny. Refina Reski Basyah Harahap, menapakkan kaki langsung di lokasi. Kunjungan itu jauh dari kesan seremonial. Ia hadir sebagai sesama manusia—membawa empati, menyapa luka, dan menguatkan hati yang nyaris runtuh.

Mendengar dengan Hati

Di antara puing yang masih menyisakan panas, Ny. Refina berbincang hangat dengan para korban. Tanpa jarak, tanpa sekat. Ia mendengarkan satu per satu cerita yang mengalir—tentang rumah yang hilang, usaha yang lenyap, dan ketidakpastian yang kini membayangi hari esok.

Baca Juga: Dari Panggilan 110: Ketika Kepedulian Menjadi Jalan Pulang

“Atas nama pribadi dan keluarga besar TP PKK, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kami hadir untuk memastikan bahwa Bapak dan Ibu tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ucapnya lirih, dengan nada yang sarat empati.

Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati Padang Lawas Utara yang tengah bertugas di luar kota, menegaskan bahwa pemerintah daerah memberi perhatian penuh terhadap kondisi kesehatan serta kebutuhan dasar para korban.

Keikhlasan di Balik Musibah

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (16/4/2026) itu memang meninggalkan luka yang tak ringan. Lima unit rumah sekaligus warung milik warga—Samson Harahap (62), Jhoni Siregar (42), Mora Pinayungan Hasibuan (57), Mula Parmonangan Harahap (49), dan Mukso Ginda (55)—ludes dilalap api. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.

Namun di balik kerugian materi, Ny. Refina mengajak warga melihat sisi yang masih patut disyukuri.

Baca Juga: Levante vs Sevilla: Bertaruh Nasib di Ujung Musim

“Harta benda yang terbakar biarlah menjadi ujian yang kita ikhlaskan. Yang terpenting adalah keselamatan jiwa. Mari kita hadapi ini dengan sabar dan saling menguatkan,” ujarnya, mencoba menyalakan kembali harapan di tengah kelelahan batin para korban.

Solidaritas yang Tak Padam

Api mungkin telah meluluhlantakkan bangunan, tetapi ia tak mampu memadamkan semangat kebersamaan. Di tengah duka, solidaritas justru menemukan bentuknya yang paling nyata.

Kehadiran jajaran TP PKK menjadi penegas bahwa di saat paling sulit, masyarakat tidak dibiarkan berjalan sendiri. Ada tangan-tangan yang terulur, ada kepedulian yang hadir tanpa diminta.

Baca Juga: Dua Pelaku Speliaslis Bongkar Rumah Ditangkap Polsek Lubukpakam

Bagi para korban, kunjungan ini serupa oase di tengah padang gersang. Bukan hanya bantuan yang mereka rasakan, tetapi juga pengakuan—bahwa penderitaan mereka dilihat, didengar, dan dipedulikan.

Dari balik puing-puing yang masih berasap, perlahan tumbuh keyakinan baru: bahwa harapan tidak pernah benar-benar habis. Ia hanya menunggu untuk dinyalakan kembali—oleh empati, oleh kebersamaan, dan oleh kepedulian yang tulus.(magg-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tp pkk paluta #pasar gunungtua #harapan baru #korban kebakaran