Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jembatan Harapan Dimulai: Batu Pertama Merah Putih Presisi di Torgamba Diletakkan

Johan Panjaitan • Kamis, 23 April 2026 | 13:45 WIB
Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga SH bersama pihak terkait diabadikan pada acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan Merah Putih Presisi di Torgamba. (Khairuddin/Sumut Pos)
Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga SH bersama pihak terkait diabadikan pada acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan Merah Putih Presisi di Torgamba. (Khairuddin/Sumut Pos)

 

LABUSEL, Sumutpos.jawapos.com-Di tengah harap yang lama tertunda, sebuah langkah kecil akhirnya diambil—namun dengan makna besar bagi masyarakat. Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Bunut Pekan, Desa Bunut, Kecamatan Torgamba, resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama, Rabu (23/4/2026).

Jembatan ini bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah jawaban atas kebutuhan yang telah lama dirasakan warga—sebuah penghubung antara Desa Bunut dan Desa Pangarungan yang selama ini terpisah oleh keterbatasan akses.

Sejumlah unsur hadir dalam momen tersebut: jajaran kepolisian, pemerintah kecamatan, pihak swasta, hingga tokoh masyarakat. Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring yang diwakili Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga menegaskan bahwa pembangunan ini lahir dari semangat kolaborasi.

“Jembatan ini bukan hanya infrastruktur, tetapi penghubung harapan masyarakat. Akses yang lebih baik akan mendorong aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial menjadi lebih lancar dan aman,” ujarnya.

Baca Juga: Satu Kilogram Sabu Dimusnahkan, Vonis 12 Tahun Mantan Polisi Tuai Sorotan

Pernyataan itu mencerminkan satu hal penting: pembangunan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari sinergi antara negara, swasta, dan masyarakat.

Pihak PT Asam Jawa sebagai mitra pelaksana menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan proyek sesuai target. Pengerjaan direncanakan berlangsung selama 20 hari sejak dimulai pada 22 April, dengan estimasi jembatan dapat difungsikan dalam waktu 41 hari. Nantinya, jembatan ini dirancang mampu dilalui kendaraan hingga truk bermuatan 7 ton.

Bagi warga, angka-angka itu bukan sekadar jadwal teknis. Ia adalah hitungan mundur menuju perubahan.

Penjabat Kepala Desa Bunut, Agus Pardamaian Panjaitan, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan semua pihak. Ia meyakini kehadiran jembatan ini akan membawa dampak signifikan, terutama dalam memperlancar mobilitas dan distribusi hasil pertanian.

Selama ini, warga harus menghadapi kesulitan setiap kali melintas—terlebih saat membawa hasil panen. Akses yang terbatas tidak hanya memperpanjang waktu tempuh, tetapi juga menghambat roda ekonomi desa.

Baca Juga: Trump Perpanjang Gencatan, Lautan Tetap Bergolak

Kini, optimisme mulai tumbuh. Di wajah-wajah yang hadir, tersirat harapan baru: bahwa perjalanan akan menjadi lebih singkat, distribusi lebih mudah, dan peluang ekonomi semakin terbuka.

Rangkaian kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna—dimulai dari sambutan, peletakan batu pertama, doa bersama, hingga makan bersama sebagai simbol kebersamaan. Semua mengalir dalam suasana hangat dan penuh harapan.(mag-5/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Presisi #merah putih #Torgamba #jembatan #peletakan batu pertama