LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com- Seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun bernama Alrayan, warga Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, dilaporkan hilang dan diduga menjadi korban penculikan oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB dan kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.
Hingga saat ini, keberadaan korban belum diketahui. Keluarga masih terus melakukan pencarian secara mandiri, sembari berharap adanya perkembangan dari aparat penegak hukum.
Saat kejadian, Alrayan berada di rumah bersama nenek dan bibinya. Sementara kedua orang tuanya, Leo Andika dan Nurwahyuni, tengah bekerja. Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga, terutama sang ibu yang tak kuasa menahan tangis memikirkan kondisi anak bungsunya itu.
Dengan suara lirih, Nurwahyuni memohon agar anaknya segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Ia bahkan meminta maaf jika merasa memiliki kesalahan kepada siapa pun.
“Saya mohon maaf kalau ada salah. Tapi jangan anak saya yang disakiti. Tolong kembalikan anak saya,” ujarnya sambil menangis.
Baca Juga: DPP PPRS Indonesia Gelar Mukernas I di Medan, Perkuat SDM dan Lestarikan Warisan Silahisabungan
Upaya pencarian telah dilakukan tanpa henti. Keluarga bahkan menyisir area kebun sawit hingga larut malam, setelah adanya informasi dari warga yang mengaku melihat seorang anak kecil dibawa seorang pria menggunakan sepeda motor dalam kondisi menangis dan meronta.
Nurwahyuni menuturkan, sehari-hari ia bekerja sebagai penjual di kawasan Gudang Merah, Lubuk Pakam, dan biasanya sang anak selalu ikut bersamanya. Namun beberapa hari terakhir, Alrayan memilih tinggal di rumah.
Sementara itu, sang nenek, Erni, mengingat detik-detik terakhir sebelum cucunya dinyatakan hilang. Ia menyebut saat itu tengah melaksanakan salat zuhur di kamar depan rumah. Alrayan diketahui sedang bermain ponsel sambil menonton tayangan kartun.
“Waktu saya salat, dia masih manggil-manggil ‘uwek-uwek’. Saya masih dengar sampai rakaat ketiga,” tutur Erni.
Diduga, setelah itu Alrayan sempat berjalan ke rumah neneknya yang berada tepat di depan. Ia juga sempat berinteraksi dengan bibinya yang sedang berada di kamar mandi. Namun, tak lama kemudian, keberadaan bocah itu tidak lagi diketahui.
Keluarga mulai panik setelah menyadari Alrayan tidak ada di sekitar rumah. Pencarian langsung dilakukan ke lingkungan sekitar hingga ke rumah-rumah tetangga. Mereka kemudian menemukan ponsel yang sebelumnya digunakan korban tergeletak di teras rumah.
Baca Juga: Mantan Kadiskop Medan dan Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi MFF 2024 Sebesar Rp1 Miliar
Informasi dari warga menyebutkan bahwa korban sempat terlihat berjalan menuju jalan besar dari gang rumah. Sekitar pukul 15.00 WIB, seorang saksi mengaku melihat anak kecil yang diduga Alrayan berada di kawasan perkebunan sawit, dibonceng seorang pria dengan sepeda motor.
“Yang melihat itu bilang anaknya memukul-mukul bagian depan kereta (sepeda motor). Setelah kami tunjukkan foto, dia yakin itu cucu kami,” ujar Erni.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. Keluarga berharap siapa pun yang memiliki informasi terkait keberadaan Alrayan dapat segera melapor, agar bocah tersebut dapat ditemukan dan kembali ke pelukan keluarganya.(btr/han)
Editor : Johan Panjaitan