Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Perkuat Infrastruktur Tahan Bencana, HATTI Sumut Fokus pada Inovasi Geoteknik

Juli Rambe • Kamis, 23 April 2026 | 21:08 WIB
LANTIK: Pelantikkan oengurus HATTI Komda Sumut di Medan. (Dok: istimewa)
LANTIK: Pelantikkan oengurus HATTI Komda Sumut di Medan. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Komisariat Daerah Sumatera Utara mengambil langkah strategis melalui penguatan peran keilmuan geoteknik dalam pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan. 

Hal ini karena seringnya terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, HATTI Komda Sumut menyelenggarakan Seminar (Kuliah Umum) 2026 yang mengusung tema “Mitigasi dan Rehabilitasi Bencana Alam: Tantangan dan Strategi Geoteknik untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sumatera Utara”.

Baca Juga: Polsek Belawan Tangkap Pelaku Begal di Dalam Angkot Jalan Yos Sudarso

Yang juga digabung dengan acara pelantikan pengurus. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nomensen, Kamis (23/4/2026).

Ketua HATTI Sumatera Utara, Ir. Berlin A. Tampubolon, menegaskan bahwa peran geoteknik tidak bisa lagi dipandang sebelah mata dalam pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah dengan karakteristik tanah yang kompleks seperti Sumatera.

“Kita tidak bisa lagi membangun tanpa memahami tanah yang menopangnya. Geoteknik harus menjadi fondasi utama dalam setiap pembangunan infrastruktur,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan didampingi Sekretaris Ir. Irwan Suranta Sembiring, Ketua Panitia Dr. Ernesto M. Silitonga, serta Bidang Pembinaan Profesi Dr Immanuel Panggabean, Bidang Ilmiah dan Pengembangan Profesionalisme Ir. Adi Yesaya Sukatendel.

Secara geologis, wilayah Sumatera Utara didominasi oleh tanah lempung, batuan lapuk, serta daerah perbukitan dengan kemiringan lereng yang curam. Kondisi ini membuat wilayah tersebut sangat rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi yang meningkatkan kadar air dalam tanah.

Longsor umumnya terjadi akibat penurunan stabilitas lereng karena kejenuhan tanah, sementara banjir diperparah oleh buruknya sistem drainase, sedimentasi, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Selain faktor alam, keterbatasan jumlah ahli geoteknik di daerah juga menjadi tantangan tersendiri. Padahal, kebutuhan tenaga ahli di bidang ini dinilai sangat mendesak untuk mendukung berbagai proyek infrastruktur, mulai dari jalan tol, jembatan, hingga pembangunan kawasan permukiman.

HATTI Komda Sumut menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat. 

Berlin menyampaikan bahwa pendekatan dalam penanganan bencana harus bergeser dari reaktif menjadi preventif.

“Pendekatan geoteknik harus mengedepankan perencanaan sejak awal. Mitigasi berbasis data dan analisis teknis akan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi,” jelasnya.

Dalam praktiknya, berbagai solusi teknis dapat diterapkan seperti pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall), penggunaan soil nailing dan ground anchor, perkuatan lereng dengan geosintetik, serta sistem drainase yang tepat guna mengurangi tekanan air pori dalam tanah.

Selain pendekatan konvensional, HATTI juga mendorong pemanfaatan teknologi modern dalam bidang geoteknik. Salah satunya adalah penggunaan Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan data geospasial (GeoBIM), memungkinkan visualisasi kondisi tanah bawah permukaan secara tiga dimensi.

Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan akurasi dalam perencanaan, memetakan zona rawan bencana, serta mensimulasikan ketahanan struktur sebelum pembangunan dilakukan.

Tak hanya itu, penggunaan alat monitoring seperti inclinometer, sistem peringatan dini (early warning system), hingga pemodelan numerik juga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko.

Selain itu, HATTI Komda Sumut juga menjalankan program pengembangan seperti “HATTI Muda” serta lomba karya ilmiah mahasiswa guna menumbuhkan minat dan kompetensi di kalangan akademisi.

Dalam pernyataan komitmennya, seluruh pengurus HATTI Komda Sumut yang berasal dari berbagai latar belakang praktisi, akademisi, hingga instansi pemerintah menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah.

Ke depan, HATTI berharap dapat menjadi motor penggerak dalam menghadirkan solusi geoteknik yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, tangguh, dan ramah lingkungan di Sumatera Utara dan sekitarnya. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#HATTI komda Sumut #geotekhnik #pembangunan infrastruktur