Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jelang May Day 2026, Polres Tebing Tinggi Uji Kesiapan Lewat Simulasi Sispam Kota

Johan Panjaitan • Senin, 27 April 2026 | 21:15 WIB
Personel kepolisian bersama tim pengendali massa melakukan simulasi penanganan aksi unjuk rasa dalam kegiatan Sispam Kota di depan Kantor DPRD Kota Tebing Tinggi, Senin (27/4/2026). (Azan Purba/ Sumut Pos)
Personel kepolisian bersama tim pengendali massa melakukan simulasi penanganan aksi unjuk rasa dalam kegiatan Sispam Kota di depan Kantor DPRD Kota Tebing Tinggi, Senin (27/4/2026). (Azan Purba/ Sumut Pos)

 

TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com- Menyongsong peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Polres Tebing Tinggi mematangkan kesiapan pengamanan melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota), Senin (27/4/2026). Digelar di kawasan Kantor DPRD Kota Tebing Tinggi, latihan ini menjadi cermin keseriusan aparat dalam mengantisipasi dinamika unjuk rasa yang berpotensi berkembang di lapangan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Tebing Tinggi, Rina Frillya, dan melibatkan lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga unsur DPRD. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa pengamanan May Day bukan sekadar tugas kepolisian, melainkan kerja kolektif yang menuntut koordinasi solid.

Simulasi diawali dengan apel kesiapan di Lapangan Merdeka, lalu berlanjut pada skenario pergerakan massa menuju gedung DPRD. Dalam tahap awal, aksi digambarkan berlangsung damai. Tim Dalmas awal dan negosiator tampil sebagai garda depan untuk menjaga komunikasi tetap terbuka.

Baca Juga: Puting Beliung Terjang Sidikalang, 21 Rumah Warga Rusak

Namun, skenario berubah ketika massa dinarasikan tidak puas terhadap hasil audiensi. Situasi pun memanas—lemparan botol dan batu, hingga pembakaran ban menjadi titik eskalasi. Pada fase ini, personel Dalmas lanjutan diterjunkan, disusul tim Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dari Brimob Batalyon B Polda Sumut untuk melakukan pengendalian.

Berbagai langkah taktis diperagakan secara terukur: formasi dorong, penggunaan kendaraan taktis water cannon, hingga penanganan provokator. Di saat bersamaan, tim medis bersiaga untuk memberikan pertolongan, menegaskan bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam setiap operasi.

Simulasi tidak berhenti pada pengendalian massa. Skenario berkembang ke situasi lanjutan berupa aksi penjarahan di kawasan Jalan Sutomo. Respons cepat ditunjukkan aparat, dengan pengejaran dan penangkapan pelaku hingga situasi dinyatakan terkendali.

Kapolres Rina Frillya menegaskan, latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menguji kesiapan secara menyeluruh—mulai dari personel, peralatan, hingga pola koordinasi lintas instansi.

Baca Juga: PLN Putus Listrik PDAM Limapuluh, Ratusan Warga Terjebak Krisis Air Bersih

“Melalui simulasi ini, kita pastikan seluruh unsur mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional menghadapi setiap dinamika di lapangan,” ujarnya.

Meski demikian, pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, namun ruang penyampaian aspirasi secara damai tetap dijamin.

Simulasi diakhiri dengan apel konsolidasi, menandai kesiapan akhir menjelang May Day.(mag-3/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sispamkota #polres tebingtinggi #may day #simulasi